Sumbawanews.com,- Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa dirinya bukan penulis buku *Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam*, melainkan hanya menjadi narasumber yang diwawancarai oleh tim penyusun. Ia menyatakan tidak dilibatkan dalam pembahasan judul, gagasan, maupun pembiayaan penerbitan buku tersebut, dan tidak pernah melihat naskah atau transkrip wawancara sebelum buku diterbitkan. Wawancara yang ia ikuti berlangsung jauh sebelum ia dilantik sebagai menteri dalam Kabinet Merah Putih, dan ia bahkan tidak ingat lagi identitas pewawancara karena peristiwa itu terjadi cukup lama.
Setelah membaca buku itu secara utuh, Yusril menilai sebagian besar pandangannya telah disajikan dengan cukup baik dan tidak menemukan distorsi substansial terhadap pernyataannya. Ia mempertanggungjawabkan isi wawancaranya secara akademik dan tidak keberatan jika pandangannya dimuat, meskipun pencantuman namanya dalam hak cipta buku tidak pernah dibahas dengannya. Yusril mengingatkan publik agar tidak menilai karya akademik hanya dari judul atau potongan informasi, melainkan memahami keseluruhan konten sebelum memberi tanggapan.
Buku tersebut diluncurkan pada 26 Agustus 2025 dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) 2025 di Jakarta, dan diinisiasi oleh Ketua MPR Ahmad Muzani bersama Ketua MUI Kiai Haji Anwar Iskandar.














