Sumbawanews.com,- MotoGP menyatakan kekecewaan atas keputusan Yamaha untuk tidak berpartisipasi dalam Grand Prix Qatar pada 1 November 2026, sebuah langkah yang memicu ketegangan antara pabrikan Jepang itu dan penyelenggara kejuaraan. Keputusan Yamaha didasarkan pada kebijakan perusahaan terkait pembatasan perjalanan ke kawasan Timur Tengah, yang diambil menyusul kekhawatiran akan eskalasi konflik yang mengancam keselamatan. Sebelumnya, 19 pembalap telah menandatangani surat bersama menolak tampil di Qatar karena alasan keamanan. Meski demikian, MotoGP menegaskan bahwa semua evaluasi keamanan dengan pemerintah Qatar, Sirkuit Lusail, dan penasihat independen tetap menunjukkan bahwa balapan dapat berlangsung aman.
MotoGP menekankan bahwa persiapan seri Qatar tetap berjalan sesuai jadwal, dan mereka menyambut baik komitmen tim-tim lain yang tetap berpartisipasi. Pihak penyelenggara memahami posisi Yamaha, tetapi menilai keputusan itu tidak mencerminkan jaminan keamanan yang telah dijamin secara komprehensif. Yamaha tidak mengirimkan tim resminya ke Qatar, dan kemungkinan besar tim satelit Prima Pramac Racing juga terdampak karena seluruh pembalapnya terikat kontrak dengan pabrikan Jepang itu.
MotoGP mengingatkan bahwa keputusan Yamaha berpotensi menimbulkan konsekuensi kontraktual terkait perjanjian dengan MotoGP dan IRTA, serta dampak olahraga yang akan ditangani oleh Federasi Balap Motor Internasional (FIM). Meski sebelumnya beredar kabar bahwa MotoGP mengancam akan memberikan sanksi berupa larangan tampil di seri Portugal dan Valencia bagi pembalap atau tim yang absen, hingga kini FIM belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kemungkinan hukuman tersebut.















