Sumbawanews.com,- Timnas Wales kembali memperlihatkan tradisi uniknya sebelum laga melawan Portugal pada Jumat, 25 September 2026, dengan pose foto tak beraturan yang telah menjadi ciri khas sejak Euro 2016. Meski tak ada rencana atau latihan, para pemain sengaja berdiri secara asimetris—tanpa formasi rapi—seolah menolak konvensi yang lazim diterapkan tim-tim lain. Tradisi ini awalnya muncul secara kebetulan saat skuad Cymru mencapai semifinal Euro 2016, dan kini telah menjadi ritual tak tergantikan, diyakini membawa keberuntungan oleh para pemain dan staf.
Mantan pemain Joe Ledley mengungkapkan bahwa pose tersebut bermula dari obrolan santai setelah foto pertama dianggap “jelek sekali.” Namun, justru karena keanehannya, tim memutuskan untuk mempertahankannya. “Kami tidak pernah mempraktikkan pose itu. Itu hanya terjadi, lalu jadi bagian dari kami,” katanya. Sejak itu, setiap sesi foto pra-laga—baik di Piala Dunia 2022, Euro 2020, maupun Nations League 2026—selalu menampilkan kerumunan pemain yang berdiri bebas, dengan barisan depan dan belakang tak sejajar, ruang kosong di satu sisi, dan posisi tubuh yang tampak acak.
Tradisi ini bukan sekadar kebiasaan, tapi simbol identitas. Meski generasi pemain telah berganti—dengan Craig Bellamy kini melatih tim—ritual itu tetap hidup. Bahkan setelah kalah 0-1 dari Portugal di laga pembuka Nations League, para pemain tetap melakukannya, seolah keyakinan akan keberuntungan lebih kuat daripada hasil pertandingan. Wales masih memiliki tiga laga tersisa di Grup D: melawan Denmark (27/9 dan 5/10) dan Norwegia (2/10), di mana tradisi foto “berantakan” itu dipastikan akan kembali menjadi sorotan.
Dari ketidaksengajaan di Euro 2016, pose itu kini menjadi bagian tak terpisahkan dari jati diri Wales—bukan karena keindahan, tapi karena keaslian.














