Sumbawanews.com,- Megawati Hangestri Pertiwi, Mediol Stiovanny Yoku, dan Adjani Zahra menjadi tiga atlet voli putri Indonesia yang kini berkompetisi di liga profesional luar negeri pada musim ini. Megawati bergabung dengan Hyundai Hillstate di Korea Selatan, Mediol Yoku memperkuat Huraa Community Club di Maladewa, sementara Adjani Zahra berseragam NSW Phoenix di Australia.
Megawati Hangestri, salah satu bintang terbesar voli putri Indonesia, kembali merapat ke Korea Selatan setelah sukses bersama Red Sparks pada periode 2023–2025. Kali ini, ia bergabung dengan Hyundai Hillstate di bawah asuhan pelatih Kang Sung-hyung, memperkuat langkahnya sebagai pelopor atlet putri Indonesia yang sukses menembus liga top Asia. Pemain yang dikenal dengan ketajaman smash dan konsistensi bertahan ini sempat tampil dalam laga ekshibisi melawan Timnas Indonesia All Star pada 20 April 2024 di Jakarta, di mana Red Sparks menang 3-2.
Mediol Stiovanny Yoku, kapten Timnas Voli Putri Indonesia, akhirnya mewujudkan mimpi berkarier di luar negeri setelah gagal hijrah ke Korea pada 2023. Pemain kelahiran Jayapura itu kini memperkuat Huraa Community Club, klub dari Liga Maladewa, setelah sebelumnya bermain untuk PBV Petrokimia Gresik. Keberangkatannya pada Oktober 2026 menjadi titik balik penting dalam karier profesionalnya, sekaligus membuka pintu bagi atlet putri lain untuk mengejar kesempatan serupa.
Sementara itu, Adjani Zahra, middle blocker berusia 21 tahun, telah berada di Australia sejak menempuh pendidikan di University of Sydney. Ia kini memperkuat NSW Phoenix, klub voli profesional di New South Wales. Putri dari keluarga olahragawan ini juga dikenal sebagai cucu dari mantan petenis nasional Indonesia, Martina Widjaja, menambahkan dimensi prestise dalam perjalanan karier sang atlet.
Kehadiran ketiga pemain ini di kancah internasional tidak hanya meningkatkan visibilitas voli putri Indonesia, tetapi juga membuktikan bahwa talenta lokal mampu bersaing di level global. Dengan jalur karier yang semakin terbuka, para atlet muda kini memiliki contoh nyata bahwa mimpi bermain di liga luar negeri bukan lagi sekadar impian.















