Home Berita Olah Raga Vinicius Junior Terancam Kehilangan Posisi Starter di Real Madrid

Vinicius Junior Terancam Kehilangan Posisi Starter di Real Madrid

Sumbawanews.com,- Vinicius Junior kian kehilangan tempat di lini depan Real Madrid setelah performanya anjlok drastis, terutama setelah kekalahan 3-4 dari AS Roma di Stadio Olimpico pada Kamis (15/10) dini hari WIB. Pemain berusia 26 tahun itu ditarik keluar pada menit ke-60 tanpa menciptakan peluang, melepaskan tembakan, atau melakukan dribel sukses, bahkan kesalahannya menjadi awal gol Donyell Malen yang membuat Roma unggul 3-1. Ia sempat meluapkan kekesalan dengan membanting gelang keringat ke tanah dan bertanya, “Mengapa dia [Mourinho] mengeluarkan saya?” sebelum ditenangkan staf pelatih.

Keputusan pelatih Jose Mourinho untuk mencadangkan Vinicius justru berbuah kemenangan: Arda Guler dan Endrick masuk pada menit ke-59, lalu Carlos Espi, Endrick, dan Antonio Rudiger mencetak tiga gol dalam tujuh menit terakhir untuk membalikkan keadaan menjadi 4-3. Musim ini, Vinicius hanya mengemas satu gol dan tiga assist dalam sembilan laga—semua golnya lahir dari laga melawan Real Sociedad, sementara di La Liga, 585 menit bermainnya belum menghasilkan lebih dari satu gol. Siulan cemooh kembali menggema saat ia ditarik pada menit ke-87 melawan Inter Milan, meski Mourinho memeluknya di pinggir lapangan dan menyatakan bahwa “Vinicius yang dulu jadi penentu belum kembali, tapi akan datang.”

Masalahnya bukan hanya performa. Vinicius mendapat skorsing empat laga dari RFEF setelah menjambak rambut Nathan Saliba saat melawan Villarreal, membuatnya absen melawan Sevilla, Barcelona, Racing Santander, dan Valencia. Ia baru kembali di laga kontra Celta Vigo. Mourinho sebelumnya menyebut pencadangannya lawan Villarreal sebagai bentuk perlindungan, tapi di Roma, keputusan itu berubah menjadi tindakan tegas saat Madrid tertinggal.

Performa Vinicius memang sempat gemilang bersama Karim Benzema pada 2021/2022 dengan 22 gol dan 16 assist, lalu tetap kuat tanpa Benzema pada 2023/2024 dengan 24 gol dan 9 assist dari 39 laga. Namun, sejak kedatangan Kylian Mbappe pada 2024/2025, ketajamannya menurun signifikan—hanya enam gol dan lima assist sejak awal 2025, meski akhirnya menutup musim lalu dengan 22 gol dan 16 assist. Keduanya sama-sama nyaman bermain di sisi kiri, menciptakan benturan taktis yang semakin memperuncing tekanan pada Vinicius.

Meski kontraknya hingga Juni 2032 dan gajinya naik menjadi 24-25 juta euro per musim, performanya justru memburuk setelah perpanjangan. Persaingan di lini depan kini makin ketat dengan munculnya Arda Guler, Endrick, Carlos Espi, dan Yan Diomande yang semuanya menunjukkan potensi. Rodrygo masih cedera, tapi kehadiran mereka membuat posisi Vinicius tak lagi otomatis aman. El Clasico melawan Barcelona pada 25 Oktober akan berlangsung tanpa dirinya, sementara laga melawan Leipzig dan AEK di Liga Champions menjadi kesempatan terakhir untuk membuktikan diri. Masa depannya belum berakhir, tapi posisi starter yang dulu jadi garansi kini perlahan terkikis.

Previous articlePeralta Golkan Persib, Maung Bandung Menang 1-0 Atas The Cong-Viettel
Next articleTimur Tengah Menghadapi Titik Balik Tatanan Dunia Baru