Home Berita Olah Raga Vinicius Junior Diuji di Tengah Ancaman Posisi di Real Madrid

Vinicius Junior Diuji di Tengah Ancaman Posisi di Real Madrid

Sumbawanews.com,- Jose Mourinho menegaskan bahwa status pemain senior di Real Madrid tidak menjamin tempat di tim utama, menyusul kartu merah yang diterima Vinicius Junior pada laga melawan Villarreal pada 11 Oktober 2026. Akibat tindakan tak sportif itu, pemain sayap kiri berusia 26 tahun itu menerima sanksi skorsing empat pertandingan di Liga Spanyol, termasuk lawatan ke Camp Nou melawan Barcelona pada 26 Oktober 2026. Dengan absennya Vinicius, peluang bagi pemain baru seperti Yan Diomande dan Carlos Espi untuk tampil lebih sering semakin terbuka.

Mourinho menekankan bahwa simbol kebesaran Real Madrid tidak diukur dari ban kapten atau masa bakti, melainkan dari performa di lapangan. “Lambang itu tidak boleh diganggu gugat. Hal yang membuat pemain tidak boleh diganggu gugat bukanlah ban kapten, status, ataupun berapa lama mereka telah berada di sini. Melainkan performa yang mereka tunjukkan di lapangan,” tegasnya. Kartu merah Vinicius diberikan setelah ia berdebat sengit dengan wasit Isidro Escuderos, tindakan yang dianggap memperberat hukuman dan membuatnya absen pula dari laga kontra Sevilla, Racing Santander, dan Valencia.

Performa Vinicius sejak awal musim 2026/2027 memang menurun. Dari 10 laga di semua kompetisi, ia hanya mencetak satu gol dan memberikan tiga assist. Sementara itu, rekrutan baru Yan Diomande—mantan pemain RB Leipzig—mulai menunjukkan ketajaman, dengan dua gol dan dua assist dalam tiga laga terakhir. Diomande bahkan menjadi sorotan saat bertanding melawan Villarreal, di mana ia terus diawasi ketat oleh Alex Freeman.

Meski absen di liga, Vinicius masih berpeluang tampil di Liga Champions saat Real Madrid menjamu RB Leipzig di Santiago Bernabeu pada 22 Oktober 2026. Laga ini menjadi ujian penting baginya untuk membuktikan bahwa ia masih layak menjadi pilihan utama. Ancaman tidak hanya datang dari Diomande dan Espi, tetapi juga dari Kylian Mbappe yang siap mengambil peran serupa di lini depan.

Mourinho, yang dikenal fleksibel dalam strategi, menegaskan bahwa ia tidak berpegang teguh pada satu gagasan. “Ada pelatih yang memiliki suatu gagasan, lalu berpegang teguh pada gagasan tersebut apa pun risikonya. Saya bukan pelatih seperti itu. Saya selalu terbuka untuk melakukan analisis, memahami berbagai hal, dan mencari yang terbaik bagi tim.”

Dengan empat pertandingan liga di belakangnya, Vinicius Junior kini menghadapi momen krusial: bangkit atau kehilangan tempat di tim inti Real Madrid.

Previous articleWadansatgas TMMD ke-130 Tinjau Pembangunan MCK, Pastikan Pembangunan Berjalan Sesuai Rencana
Next articleIndonesia Raih 8 Emas, Melebihi Target di Asian Para Games 2026