Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia bersiap menghadapi ujian terberat di pentas sepak bola Asia Tenggara: FIFA ASEAN Cup 2026, turnamen perdana yang digagas FIFA dan dihelat di tanah air. Dengan menjadi tuan rumah, Garuda menargetkan gelar juara, tapi syaratnya jelas—harus finis pertama di Grup A, karena posisi runner-up tidak cukup untuk melangkah ke final. Di bawah asuhan John Herdman, skuad Merah Putih menghadapi Malaysia, Singapura, dan Bangladesh di babak penyisihan, dengan laga digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, dan Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.
Turnamen ini berbeda dari Piala AFF: 14 tim ambil bagian, termasuk tiga negara di luar ASEAN—Bangladesh, Pakistan, dan Hong Kong—dengan sistem dua divisi dan tanpa babak semifinal. Indonesia, yang gagal meraih gelar di Piala AFF 2026 meski diperkuat 12 pemain naturalisasi, kini tampil lebih kuat. Daftar 24 pemain yang dipanggil Herdman mencerminkan komitmen penuh: pemain diaspora Eropa seperti Justin Hubner, Elkan Baggott, Kevin Diks, dan Calvin Verdonk menjadi tulang punggung pertahanan dan lini tengah. Meski Jay Idzes absen karena cedera, opsi bek tengah tetap melimpah, dengan trio Baggott-Ridho-Hubner diharapkan menjadi benteng utama.
Di lini depan, kejutan datang dari pemain muda Mitchell Baker, 19 tahun, yang berpotensi menggeser Ole Romeny dari posisi striker utama. Romeny bisa dimainkan di sayap kiri, sementara sayap kanan dipercayakan kepada debutan Luke Vickery, bersama dengan Ragnar Oratmangoen yang tetap menjadi pilihan strategis. Lini tengah diprediksi tetap stabil dengan duet Joey Pelupessy dan Thom Haye, sementara bek sayap kiri memiliki banyak pilihan: Dean James, Nathan Tjoe-A-On, Shayne Pattynama, dan Dony Tri Pamungkas yang masih dalam proses pemulihan.
Pesaing utama juga tak bisa dianggap remeh. Bangladesh membawa Hamza Choudhury, pemain berpengalaman di Premier League bersama Leicester City. Malaysia memperkuat skuad dengan tiga naturalisasi baru, sementara Singapura tetap menjadi momok karena catatan buruk Indonesia di pertemuan sebelumnya. Namun, dengan komposisi tim yang jauh lebih solid dibanding Piala AFF 2026, harapan untuk bangkit kian terang. Kunci utama bukan hanya pada kualitas pemain, tapi bagaimana Herdman memaksimalkan sinergi tim dalam waktu singkat menjelang laga pembuka. Tinta emas menanti—tapi hanya bagi yang mampu finis di puncak.















