Home Berita Internasional Timur Tengah Menghadapi Titik Balik Tatanan Dunia Baru

Timur Tengah Menghadapi Titik Balik Tatanan Dunia Baru

Sumbawanews.com,- Wakil Menteri Luar Negeri Muhammad Anis Matta menyatakan bahwa konflik berkepanjangan di Timur Tengah kini menjadi titik balik menuju tatanan geopolitik baru. Perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran tidak lagi sekadar pertarungan militer, melainkan menguji keunggulan dominasi kekuatan eksternal dan membuka ruang bagi negara-negara Islam untuk membangun kemandirian strategis. Jika kawasan ini mampu mengatasi perpecahan dan membangun keamanan bersama, arsitektur internasional yang selama ini bergantung pada AS berpotensi berubah. Pernyataan ini disampaikan Anis dalam forum SAJID Friday Morning Talk di Jakarta, Jumat, 16 Oktober 2026.

Anis menilai bahwa operasi militer AS dan Israel terhadap Iran gagal mencapai tujuan strategis utama, seperti perubahan rezim di Teheran, penghentian program nuklir Iran, atau melemahkan pengaruh kelompok sekutunya. Ia menekankan bahwa kemampuan Iran bertahan dalam konflik menunjukkan bahwa keunggulan teknologi militer tidak selalu menjamin keberhasilan politik. “Perang ini menunjukkan Amerika yang sangat adidaya itu, yang semula kita pikir tak terkalahkan, ternyata tak segagah itu di lapangan. Jadi, diketahui batasnya,” ujarnya.

Fokus utama analisisnya juga tertuju pada Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi urat nadi perdagangan energi global. Dalam kondisi normal, 150 hingga 200 kapal kargo melintas setiap hari, namun konflik telah menyebabkan penyusutan lalu lintas secara drastis. Karena seperlima pasokan energi dunia bergantung pada jalur ini, gangguan berkepanjangan berpotensi memicu krisis ekonomi yang meluas, bukan hanya pada harga minyak, tetapi juga pada rantai pasok pangan dan pupuk. Negara-negara Teluk, termasuk Qatar, yang memainkan peran kunci dalam industri pupuk global, berisiko mengganggu ketahanan pangan di berbagai belahan dunia.

Anis juga memperingatkan risiko eskalasi militer yang lebih berbahaya jika konflik tak segera menemukan jalan politik, termasuk kemungkinan penggunaan senjata nuklir. Ia menekankan bahwa hasil akhir dari peperangan ini belum dapat dipastikan, dan semua analisis masih memerlukan verifikasi berdasarkan perkembangan di lapangan. Namun, ia menegaskan bahwa Indonesia perlu mendorong lima agenda strategis untuk memperkuat posisi dunia Islam dalam tatanan internasional yang sedang berubah.

Previous articleVinicius Junior Terancam Kehilangan Posisi Starter di Real Madrid
Next articleKPK Ungkap Lima Klaster Korupsi di Pemkab Klaten, Bupati Terjaring OTT