Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia akan bertemu Bangladesh pada pertandingan terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, Kamis, 1 Oktober 2026, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, bertepatan dengan empat tahun tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang pada 1 Oktober 2022. Pelatih John Herdman menegaskan laga ini bukan sekadar pertandingan sepak bola, tapi momen penghormatan dan pembelajaran bagi seluruh bangsa. Ia mengatakan, skuad Timnas Indonesia telah menerima pengingat internal tentang tragedi tersebut, yang bahkan sempat menjadi perhatian di Amerika Utara saat ia masih melatih di Kanada. “Jika kita lupa, kita tidak akan belajar,” tegas Herdman, seraya menekankan pentingnya para pemain tampil mewakili negara dengan cara yang benar sekaligus mengenang para korban.
Herdman, yang mengetahui duka mendalam itu sejak masa kerjanya di Kanada, mengungkapkan bahwa komunitas sepak bola di Amerika Utara pernah mengheningkan cipta untuk korban Kanjuruhan dalam sebuah pertandingan. Baginya, memori itu harus tetap hidup sebagai bagian dari tanggung jawab moral sepak bola Indonesia. Di sisi lain, hasil laga ini menentukan masa depan Timnas di turnamen ini. Indonesia masih membutuhkan poin untuk menjaga peluang lolos ke final, sehingga Herdman meminta para pemain fokus pada taktik dan disiplin di lapangan. Bek tim, Rizky Ridho, menegaskan bahwa seluruh skuad siap menjalankan instruksi pelatih demi mengalahkan Bangladesh dan mengamankan tiket ke babak final.
Laga ini menjadi ujian ganda: mengukir sejarah di kancah internasional sekaligus mengingatkan dunia bahwa sepak bola bukan hanya soal gol dan kemenangan, tapi juga tentang harga nyawa yang hilang di tribun.















