Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia ditahan imbang 0-0 oleh Malaysia dalam laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin, 28 September 2026. Pengamat sepak bola nasional Justinus Lhaksana atau Coach Justin mengkritik tajam strategi yang diterapkan pelatih John Herdman, menilai masih banyak pekerjaan rumah dalam penyusunan komposisi dan permainan skuad Garuda. Ia menyesalkan penempatan Thom Haye yang dijadikan pemain pressing padahal keunggulan utamanya adalah visi dan kreativitas sebagai pengatur serangan, serta mengkritik serangan Indonesia yang terlalu bergantung pada umpan silang dan jarak antar pemain yang terlalu renggang. Meski demikian, ia memuji ketangguhan lini belakang yang dipimpin Elkan Baggott dan performa kiper Maarten Paes yang menjaga gawang tetap bersih. Indonesia kini berada di posisi kedua klasemen sementara Grup A dengan empat poin, tertinggal selisih gol dari Malaysia yang memimpin.
Coach Justin, dalam unggahan YouTube pribadinya pada Rabu, 30 September 2026, menyampaikan kekecewaannya secara blak-blakan. “Gua sangat kecewa. Jujur aja PR-nya itu masih banyak. Lu mau main sistem apa itu bebas, tapi tolong pasang pemain yang sesuai dengan kapasitasnya,” ujarnya. Ia menekankan bahwa Thom Haye, yang dianggapnya sebagai “Bruno Fernandes-nya timnas”, seharusnya dimanfaatkan lewat passing akurat, assist, dan pengaturan ritme permainan, bukan dihabiskan untuk lari tanpa arah di tengah lapangan. Ia juga menyoroti minimnya variasi serangan dan kurangnya eksploitasi potensi individu pemain, yang membuat permainan Indonesia terasa monoton.
Meski kritiknya tajam, Coach Justin tetap memberi ruang bagi Herdman untuk berbenah. Ia meminta suporter tidak buru-buru menyalahkan pelatih, terutama menjelang laga pamungkas melawan Bangladesh pada Kamis, 1 Oktober 2026. Dengan satu poin dari laga kontra Malaysia, Indonesia masih memiliki peluang untuk melangkah lebih jauh, meski harus mengandalkan selisih gol yang kini tertinggal dari tuan rumah Malaysia di puncak klasemen.
Sementara itu, di luar laga Indonesia, Vietnam dipastikan gagal ke final setelah dikalahkan Thailand 0-2, dengan pelatih Kim Sang-sik mengakui kegagalan taktik dan persiapan minim sebagai penyebab utama kegagalannya.















