Sumbawanews.com,- Timnas Futsal Indonesia menunjukkan perlawanan sengit meski kalah 0-3 dari Brasil dalam laga pembuka Copa das Nacoes 2026, Jumat (16/10) pagi WIB, di Max Ronsenmann Arena, Brasil. Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI) Michael Victor Sianipar menyatakan kebanggaannya atas performa skuad Garuda yang mampu mengimbangi tim peringkat satu dunia, meski belum mampu membuahkan gol balasan. Ia menilai kesalahan kecil dan penyelesaian akhir yang kurang tajam menjadi penghambat utama, namun aspek teknik dan taktik tim sudah siap bersaing di level global. FFI menegaskan bahwa mentalitas dan konsistensi dalam setiap detik pertandingan menjadi kunci utama untuk menembus papan atas futsal dunia.
Michael, yang juga menjabat Bendahara Umum Partai Perindo, menekankan bahwa margin antara kekalahan dan kemenangan kini sangat tipis. Ia menyebut bahwa Timnas Futsal Indonesia beberapa kali menciptakan ancaman nyata ke gawang Brasil, namun gagal mengonversinya menjadi gol. Menurutnya, hal ini bukan soal kualitas, melainkan soal ketajaman dan kedisiplinan di momen-momen krusial. Pelatih Hector Souto dan tim staf diharapkan terus melakukan evaluasi mendalam terhadap kesalahan-kesalahan kecil yang berdampak besar di level elite.
Laga melawan Brasil menjadi ujian berharga sekaligus batu loncatan bagi pengembangan futsal Indonesia. Dengan hasil ini, FFI memperkuat komitmen untuk terus membangun mental juara di kalangan pemain, bukan hanya dari sisi fisik dan teknis, tetapi juga psikologis. Michael mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus mendukung dan mendoakan skuad Garuda yang masih memiliki dua laga tersisa di fase grup.
Timnas Futsal Indonesia akan menghadapi Cape Verde pada Sabtu (17/10) pagi WIB. Kemenangan atas tim Afrika itu akan memastikan langkah mereka ke semifinal, sementara kekalahan akan mengunci mereka di posisi terbawah Grup A. Jika gagal lolos, Indonesia tetap akan bermain di laga perebutan peringkat kelima melawan juru kunci Grup B. Michael menegaskan, perjuangan belum berakhir — harapan untuk melangkah lebih jauh masih terbuka lebar.















