Sumbawanews.com,- Kerusuhan di Prancis yang dipicu protes terhadap kenaikan biaya hidup dan keluhan pendidikan berubah menjadi gelombang penjarahan terhadap toko-toko mewah, dengan barang-barang dari merek Louis Vuitton, Hermès, Dior, dan Rolex menjadi sasaran utama. Barang-barang hasil jarahan kini muncul di platform jual beli daring seperti Vinted dengan harga jauh di bawah pasaran, memicu kekhawatiran atas peredaran barang ilegal. Pemerintah Prancis, melalui Menteri Digital Anne Le Hénanff, mendesak platform daring untuk segera menghapus iklan mencurigakan dan bekerja sama dengan aparat hukum, sementara Vinted menyatakan telah menghapus sejumlah iklan dan memblokir akun pelanggar. Jam tangan Rolex bahkan ditemukan dibuang di tempat sampah setelah toko-toko dijarah, sementara pakar barang mewah Graham Wetzbarger memperingatkan konsumen agar waspada terhadap produk desainer yang ditawarkan dengan harga murah dan dalam kondisi baru pasca-kerusuhan.















