Sumbawanews.com,- Pemain Dewa United, Taisei Marukawa, hampir resmi menjadi warga negara Indonesia setelah menyelesaikan seluruh proses administrasi naturalisasi, dan media Vietnam memperingatkan bahwa kehadirannya di Timnas Indonesia bisa mengubah peta persaingan di Asia Tenggara. Pemain berusia 29 tahun asal Jepang itu telah berkarier di Indonesia sejak 2021, memperkuat Persebaya Surabaya, PSIS Semarang, dan kini Dewa United, dengan catatan 163 penampilan, 36 gol, dan 45 assist. Staf Khusus Menteri Hukum RI, Noor Korompot, mengonfirmasi bahwa Marukawa kini hanya menunggu dua tahap terakhir sebelum mendapat persetujuan kewarganegaraan, dengan peluang tetap terbuka untuk membela Garuda di Piala Asia 2027.
Media Vietnam, Soha, secara eksplisit menyebut Marukawa sebagai “bintang naturalisasi kelas atas” yang berpotensi menjadi ancaman serius bagi tim nasional Vietnam, terutama di sektor sayap dan lini depan. Performanya yang konsisten di BRI Super League 2026/2027—dengan lima assist di enam pekan pertama, memimpin daftar assist terbanyak—memperkuat argumen bahwa ia bukan sekadar pemain pengganti, tapi potensi starter utama. Pengalaman panjangnya di kompetisi domestik, ditambah rekam jejaknya di liga Malta dan Latvia, menjadikannya salah satu calon naturalisasi paling siap secara teknis dan fisik.
Meski demikian, belum ada kepastian Marukawa akan tampil di Piala Asia 2027. Proses naturalisasi harus selesai sebelum batas waktu pendaftaran pemain tim nasional, dan ia tetap harus memenuhi syarat FIFA terkait kelayakan bermain untuk Indonesia. Pelatih John Herdman belum mengumumkan daftar pemain, namun kontribusi Marukawa yang terus meningkat membuat namanya menjadi bahan pertimbangan serius. Jika proses selesai tepat waktu, ia berpotensi menjadi pemain naturalisasi pertama yang menjadi tulang punggung serangan Garuda di ajang besar Asia.
Sementara itu, perjalanan Marukawa di Indonesia terus menjadi sorotan. Dari debutnya bersama Persebaya pada 2021 hingga menjadi raja assist di liga domestik, ia telah membuktikan diri bukan hanya sebagai pemain asing yang bertahan, tapi sosok yang benar-benar menyatu dengan sepak bola Tanah Air. Kini, seluruh mata sepak bola Asia—terutama Vietnam—menatap dua tahap terakhir proses naturalisasinya, menunggu apakah Garuda akan mendapatkan senjata baru yang bisa mengguncang keseimbangan kekuatan di kawasan.















