Home Berita Olah Raga Singapura Menang 3-0 atas Malaysia Usai Gol Dianulir, Naturalisasi Palsu Jadi Titik...

Singapura Menang 3-0 atas Malaysia Usai Gol Dianulir, Naturalisasi Palsu Jadi Titik Balik

Sumbawanews.com,- Pada 4 September 2025, di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Timnas Singapura dinyatakan menang 3-0 atas Malaysia setelah hasil pertandingan asli 2-1 untuk Harimau Malaya dianulir oleh FIFA. Awalnya, Stuart Wilkin (27’) dan João Figueiredo (54’) membawa Malaysia unggul, sementara Ilhan Fandi menyamakan kedudukan untuk Singapura pada menit 72. Namun, berdasarkan keputusan Komite Disiplin FIFA pada 12 Desember 2025, Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) terbukti melanggar Pasal 19 Kode Disiplin FIFA dengan memainkan empat pemain naturalisasi palsu: Facundo Garces, Jon Irazabal, João Figueiredo, dan Gabriel Palmero. Akibatnya, kemenangan 2-1 atas Singapura dibatalkan, dan laga diubah menjadi kekalahan 0-3 bagi Malaysia.

Kebijakan ini tidak hanya mengubah hasil pertandingan, tetapi juga mengguncang posisi klasemen Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Malaysia yang sebelumnya mengoleksi empat poin dan memimpin selisih gol (+3) kini kehilangan tiga poin penting, sementara Singapura naik ke posisi kedua dengan tiga poin dari kemenangan teknis. Timnas Indonesia tetap memimpin klasemen dengan empat poin dan selisih gol +2, tetap menjadi penentu nasib juara grup. Jika Indonesia menang atas Bangladesh, Malaysia hanya perlu menang tipis 1-0 atas Singapura untuk lolos ke final—tapi kini, dengan hasil yang telah diubah, peluang itu menjadi lebih rumit.

Sementara itu, Singapura yang dipimpin pelatih Gavin Lee masih punya harapan lolos ke final jika menang atas Malaysia *dan* hasil laga Indonesia vs Bangladesh berakhir imbang atau dimenangkan Bangladesh. Kemenangan teknis 3-0 ini bukan hanya soal angka, tapi juga menjadi peringatan keras bagi federasi sepak bola regional tentang integritas dalam proses naturalisasi. Dengan keputusan FIFA yang tegas, isu pemain palsu kini menjadi sorotan global, dan Malaysia harus memperbaiki sistem rekrutmen jika ingin kembali bersaing di level tertinggi.

Previous articleRahmat Erwin Bawa Emas dan Rekor Dunia, Bonus Rp3 Miliar dari Presiden Prabowo
Next articleThom Haye Dibela Herdman Usai Kartu Merah Lawan Malaysia