Sumbawanews.com,- Riset global dari Kyndryl menunjukkan bahwa 49 persen organisasi di kawasan Asia Pasifik gagal memenuhi target modernisasi TI mereka, meski investasi pada teknologi lama dan baru terus meningkat. Studi yang melibatkan 2.000 pemimpin bisnis dan teknologi dari 12 sektor ini mengungkap bahwa keberhasilan modernisasi tidak lagi bergantung pada konsolidasi teknologi semata, melainkan pada orkestrasi strategis bisnis yang matang. Kecerdasan buatan (AI) muncul sebagai pendorong utama dalam adopsi mainframe, komputasi edge, dan peningkatan jaringan, namun hambatan seperti pembengkakan biaya, lambatnya adopsi kapabilitas baru, serta kerentanan keamanan menjadi penghambat utama. Tiga poin krusial yang diidentifikasi adalah pergeseran modernisasi dari urusan teknis ke keputusan dewan direksi, dominasi pertimbangan kedaulatan data, dan kompleksitas infrastruktur yang semakin terdistribusi.















