Sumbawanews.com,- Di Dusun Madak Beleq, Desa Cendi Manik, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, berdiri Sekolah Alam Anak Pesisir—program pendidikan alternatif berbasis lingkungan yang didirikan oleh Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Ampenan bekerja sama dengan komunitas Sanggar Jalan Pulang. Diluncurkan pada 2024, sekolah ini memberikan akses pendidikan gratis setiap Sabtu dan Minggu sore kepada anak-anak usia TK hingga SMP dari keluarga nelayan pesisir, dengan fokus pada literasi dasar, numerasi, dan penguatan karakter melalui pembelajaran berbasis pengalaman langsung.
Program ini memanfaatkan hutan mangrove dan ekosistem pantai sebagai ruang kelas alami, mengajak anak-anak secara aktif menanam bibit mangrove, membersihkan pantai, dan memahami keanekaragaman hayati laut. Di samping pendidikan lingkungan, sekolah ini menghadirkan Pertakid—permainan tradisional anak Indonesia yang telah dipatenkan—sebagai media edukasi yang menyenangkan, sekaligus melestarikan budaya lokal. Setiap kegiatan dirancang dengan prinsip 3E: Education, Environment, dan Empowerment, untuk membentuk generasi pesisir yang tangguh, mandiri, dan peduli terhadap kelestarian laut.
VP Community Involvement Development Pertamina Patra Niaga, Dian Hapsari Firasati, menyatakan kebanggaannya terhadap program ini sebagai salah satu unggulan di wilayah Jatimbalinus. Ia menekankan bahwa pendekatan holistik yang menggabungkan edukasi, permainan tradisional, dan aksi nyata pelestarian lingkungan menjadi kunci keberhasilan sekolah ini. Bahkan, minat terhadap program ini telah menarik perhatian para pengajar dari luar negeri yang datang untuk belajar dan berkontribusi.
Dengan menggabungkan pendidikan formal dan kearifan lokal, Sekolah Alam Anak Pesisir tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang kebangkitan bagi komunitas pesisir untuk melindungi masa depan lingkungan mereka—dari generasi ke generasi.















