Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Sebanyak 21 mahasiswa Fakultas Kesehayan Universitas Samawa (UNSA) Tingkat III (Semester 5) Angkatan -17 Program Studi Diploma III, dilepas secara resmi oleh Rektor di didampingi wakil rektor II, l, Dekan dan para dosen, Senin (02/01). Kegiatan tersebut akan dilakukan selama 7 minggu diberbagai fasilitas kesehatan.
REKTOR Universitas Samawa Sumbawa Besar, Prof. DR. Syaifuddin Iskandar, M.Pd. menyampaikan, dalam kegiatan Praktek klinik (Learning Outcome) keperawatan di RSU, merupakan program kegiatan tahunan prodi D III Keperawatan Universitas Samawa yang tertuang dalam Kalender Akademik. Sebagai upaya memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menerapkan semua kemampuan yang diperoleh di ruang kuliah dan laboratorium dalam bentuk tatanan nyata dengan mempelajari kasus secara komprehensif.
Selain itu, Mahasiswa diharapkan mampu menunjukkan keterampilan dan pengetahuan yang berkembang langsung kepada klien yang dirawat di Rumah sakit. Sehingga diharapkan dapat memberikan asuhan keperawatan profesional yang berkualitas.
Ketrampilan pemberian asuhan keperawatan dimaksud sesuai dengan kompetensi keperawatan medikal bedah, keperawatan gawat darurat, keperawatan jiwa dan keperawatan gerontik. “Yang jelas dari seluruh rangkaian kegiatan yang dilakukan melalui praktek klinik ini bertujuan agar seluruh mahasiswa mampu menerapkan pelayanan kesehatan utama pada pasien yang mendapat perawatan di RSU, RSJ dan PSLU,” Jelas Rektor, dan berpesan, selama masa praktek klinik mahasiswa harus jaga jaga diri jdan jaga nama baik almamater.
Dekan Fakultas Kesehatan Dr. H. umar hasani menerangkan, kegiatannini dilaksanakan selama 7 minggu terhitung tanggal 7 januari hingga 25 februari 2023. Yakni 4 minggu diRumah Sakit Umum Daerah Propinsi NTB, 2 minggu Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Propinsi NTB dan 1 minggu di Panti Sosial Lanjut Usia Mandalika Mataram.
“Hal ini sesuai dengan Permendikbud No. 50 Tahun 2020 tentang Praktek Kerja Lapangan bagi Peserta Didik. Untuk meningkatkan kompetensi peserta didik sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, perlu pembelajaran di luar satuan pendidikan formal dan nonformal melalui praktik kerja lapangan,” ucapnya..
Dijelaskan, melalui kegiatan terus, mahasiswa akan dapat menguasai teknik, prinsip, dan prosedur pelaksanaan asuhan/ praktek keperawatan medikal bedah I dan II. Serta gawat darurat yang dilakukan secara mandiri atau berkelompok sesuai dengan etika dan legal keperawatan.
Kemudian memberikan asuhan keperawatan kepada individu, keluarga, dan kelompok baik sehat, sakit, dan kegawatdaruratan dengan memperhatikan aspek bio, psiko, sosial kultural, dan spiritual. Yang menjamin keselamatan klien (patient safety), sesuai standar askep dan berdasarkan perencanaan keperawatan yang telah tersedia.
Memilih dan mengunakan peralatan dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai dengan standar askep serta etika dan legal keperawatan. Mengumpulkan data, menyusun, mendokumentasikan dan menyajikan informasi askep. Melaksanakan prosedur bantuan hidup dasar (Basic Life Support/BLS) pada situasi gawat darurat/bencana dengan memilih dan menerapkan metode yang tepat, sesuai standar dan kewenangannya. (Using)

















