Sumbawanews.com,- Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan bahwa ruang hidup warga Palestina di Jalur Gaza terus menyusut akibat operasi militer Israel yang sistematis. Pasukan Israel memperluas pengerahan militernya ke wilayah barat, menghancurkan infrastruktur sipil, menyerang kamp pengungsian, dan memaksa warga meninggalkan rumah mereka secara berulang. Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia menyatakan kondisi ini memicu kekhawatiran serius terhadap kemungkinan pembersihan etnis. Kepala Kantor HAM PBB untuk Wilayah Palestina yang Diduduki, Ajith Sunghay, menegaskan bahwa warga yang mengungsi nyaris tidak memiliki prospek kembali ke wilayah asal, karena sebagian besar kawasan itu kini berada di luar Garis Kuning dan tak dapat diakses.
Dalam dua pekan terakhir, pasukan Israel memperluas wilayah operasinya ke sejumlah lokasi strategis, termasuk Al Shujaiyeh di Kota Gaza, serta bagian timur Al Bureij, Deir al-Balah, dan Al Maghazi di Gaza Tengah. Pada 25 Oktober, pesawat nirawak Israel menjatuhkan amunisi ke tenda-tenda pengungsi di persimpangan Al Shujaiyeh, memicu kebakaran yang berlangsung selama lima jam. PBB juga melaporkan penggunaan robot peledak untuk menghancurkan bangunan yang masih tersisa di kawasan tersebut.
Warga yang terus dipaksa mengungsi menghadapi mimpi buruk yang akut sekaligus kronis, dengan tidak ada tanda-tanda penghentian atau perlindungan terhadap kehidupan sipil.















