Sumbawanews.com,- Atlet angkat besi Indonesia Rizki Juniansyah tidak akan tampil di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah Court of Arbitration for Sport (CAS) menolak permohonan pencabutan suspensi sementara yang diberikan International Weightlifting Federation (IWF). Kondisi ini membuat sang juara emas Olimpiade Paris 2024 harus absen dari ajang multievent terbesar Asia tahun depan.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan pemerintah menghormati keputusan CAS dan proses hukum yang masih berjalan. Ia menekankan, kasus yang dihadapi Rizki bukan terkait penggunaan zat terlarang, melainkan pelanggaran terhadap aturan pelaporan kehadiran (whereabouts). “Perlu digarisbawahi bahwa sangkaan terhadap Rizki bukan soal penggunaan substansi terlarang, tapi soal pelaporan kehadiran atau whereabouts,” tegas Erick.
Kemenpora bersama Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) akan terus mengawal proses hukum Rizki secara intensif. Tujuannya, memastikan atlet kelahiran Jambi itu mendapat pendampingan hukum dan psikologis yang maksimal selama proses berlangsung. “Kita ingin memastikan Rizki mendapatkan pendampingan yang maksimal dan dapat menjalani proses ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Erick.
Erick menyebut kehadiran Rizki di Asian Games 2026 merupakan kehilangan besar bagi kontingen Merah Putih. Pasalnya, atlet berusia 21 tahun itu baru saja membawa pulang medali emas pertama Indonesia di Olimpiade Paris 2024, menjadi andalan utama di cabang angkat besi. “Tentu kita semua kecewa karena Rizki tidak bisa tampil di Asian Games. Dia adalah atlet yang sudah memberikan prestasi besar untuk Indonesia.”
Meski harus melewatkan ajang bergengsi, Erick meminta Rizki tetap menjaga semangat. Menurutnya, perjalanan seorang atlet tidak ditentukan oleh satu kompetisi saja. “Perjuangan seorang atlet tidak berhenti hanya karena satu kompetisi. Sekarang kita harus memberikan dukungan agar dia bisa menghadapi proses kasus ini dengan baik.”
Pemerintah, KOI, PABSI, dan seluruh komunitas olahraga Indonesia, lanjut Erick, akan terus memberikan dukungan penuh kepada Rizki—dalam koridor hukum dan aturan yang berlaku. “Jalani prosesnya dengan baik, hormati mekanismenya, dan kita akan kawal bersama.”
Erick berharap sidang CAS segera menemukan titik terang, agar Rizki bisa kembali fokus membangun karier dan mengejar prestasi untuk Indonesia di masa mendatang. “Kita berharap proses ini bisa berjalan dengan baik. Kami ingin Rizki tetap memiliki masa depan yang panjang sebagai atlet dan terus bisa memberikan prestasi untuk Merah Putih.”















