Home Berita Olah Raga Real Madrid Siap Uji Nyali di Neraka Athena, Vinicius Junior Bertaruh Karier

Real Madrid Siap Uji Nyali di Neraka Athena, Vinicius Junior Bertaruh Karier

Sumbawanews.com,- Real Madrid tiba di Athena menjelang laga matchday keempat Liga Champions melawan AEK Athens di OPAP Arena, Kamis (5/11) dini hari WIB, dengan rekor sempurna tiga kemenangan berturut-turut di fase grup. Di bawah asuhan Jose Mourinho, tim asal Spanyol itu belum terkalahkan di semua ajang musim ini, dengan enam kemenangan beruntun termasuk kemenangan 2-1 atas Barcelona di Camp Nou. Los Merengues mengemas sembilan poin dari tiga laga UCL, menyamai Liverpool dan PSG di papan atas klasemen, sementara AEK Athens terpuruk di peringkat ke-29 setelah kalah telak dari Shakhtar Donetsk dan Manchester City.

Di balik dominasi tim utama, muncul dinamika menarik di balik layar: Mourinho membawa serta Alvaro Lopez, mantan asistennya di 2012 yang kini melatih Real Madrid U-19 dengan rekor kemenangan 92% di Youth League. Harmoni antara guru dan murid ini menjadi fondasi keberhasilan klub di dua level. Namun, sorotan utama justru tertuju pada Vinicius Junior, yang kini berada di titik terendah karier di Bernabeu. Hukuman empat pertandingan akibat kartu merah kontra Villarreal membuatnya absen di La Liga, dan posisinya di sayap kiri mulai digantikan oleh Yan Diomande, pemain muda Pantai Gading yang mencetak empat gol dan tiga assist dalam enam laga terakhir, termasuk menjadi pemain terbaik saat menghancurkan Racing Santander.

Diomande yang dikenal disiplin dan efisien kini menjadi simbol baru gaya bermain pragmatis Mourinho. Publik Bernabeu mulai beralih mendukungnya, sementara Vinicius terus menanti kesempatan membuktikan diri. Laga di Athena menjadi ujian hidup-mati bagi sang bintang Brasil. AEK Athens diprediksi akan memainkan skema low block, memaksa Vinicius memecah barikade dengan keahlian satu lawan satu—tapi tanpa ego berlebihan. Mourinho jelas tidak memberi ruang untuk kesalahan: satu kegagalan bisa mempercepat pergantian takhta.

Bagi Madrid, kemenangan di Yunani bukan sekadar mempertahankan rekor sempurna di UCL, tapi juga memastikan langkah mulus menuju babak gugur. Bagi Mourinho dan Lopez, ini adalah momen memperkuat warisan dua generasi pelatih. Bagi Vinicius, 90 menit di OPAP Arena adalah kesempatan terakhir untuk membuktikan bahwa ia masih layak menjadi ujung tombak Real Madrid—atau pasrah melihat masa depannya perlahan tergantikan.

Previous articlePlayoffs MPL ID S18 Dimulai, Empat Tim Bertarung Hidup atau Mati
Next articleAC Milan Bertekad Bangkit Lawan Ferencvaros di San Siro