Sumbawanews.com,- Setelah Ferran Torres resmi bergabung dengan Paris Saint-Germain pada awal musim 2026/2027, ruang ganti Barcelona menyisakan candaan sarkastis terhadap mantan rekan mereka. Para pemain Blaugrana menyatakan bahwa Torres—yang sempat mengeluh tak mendapat perhatian cukup—justru menjadi salah satu pemain yang paling banyak mendapat kesempatan di tim, bahkan lebih dari sebagian besar rekan satu timnya. Kepindahannya terjadi setelah Barcelona kehilangan Robert Lewandowski, memperdalam kekhawatiran akan kekurangan penyerang murni, namun justru membuka jalan bagi transformasi taktis yang tak terduga.
Menurut laporan El Pais, para pemain Barcelona sering menjadikan kepergian Torres sebagai bahan ejekan ringan di ruang ganti. “Dia dulu sering mengeluh bahwa klub tidak peduli padanya, padahal kami belum pernah melihat pemain yang mendapatkan kesempatan lebih banyak di Barcelona selain dia,” ujar mereka dengan nada sarkastis. Komentar ini mencerminkan ketidakpercayaan terhadap keluhan Torres, yang sebelumnya menuntut kesetiaan klub jika ingin bertahan—permintaan yang tak terwujud, dan kini menjadi bahan perbincangan di balik layar.
Di sisi lain, Torres memulai petualangan barunya di PSG dengan catatan impresif: tujuh gol dalam enam pertandingan kompetitif, termasuk gol kemenangan di final Piala Dunia melawan Argentina. Sementara itu, Barcelona justru menemukan formula baru tanpa dirinya. Raphinha, yang sebelumnya bermain di sayap, kini berperan sebagai penyerang tengah dan meledak dengan 14 gol di semua kompetisi, menempati posisi kedua dalam perburuan European Golden Boot. Kombinasi dinamisnya dengan Lamine Yamal menjadi ancaman utama bagi pertahanan lawan, menggantikan peran nomor sembilan yang dulu diemban Torres.
Tanpa Torres, Barcelona tak perlu lagi mempertimbangkan konflik posisi antara dirinya dan Raphinha. Produktivitas striker asal Brasil itu menjadi kunci utama serangan Blaugrana, sekaligus bukti bahwa kepergian Torres justru memperkuat struktur lini depan tim. Di tengah semua perubahan, satu hal jelas: Barcelona tidak merindukan Torres—karena mereka sudah menemukan versi yang lebih efektif tanpanya.















