Sumbawanews.com,- Barcelona resah setelah Raphinha mengalami cedera saat membela Timnas Brasil menghadapi Australia pada jeda internasional, Senin (21/9/2026). Winger andalan Blaugrana itu dipaksa keluar pada jeda babak pertama, memicu kekhawatiran atas kondisi fisiknya yang krusial bagi ambisi tim di Liga Spanyol dan Liga Champions. Meski cedera dinilai tidak serius, Barcelona mengecam keputusan pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, yang memainkannya 90 menit penuh dan kembali menurunkannya sebagai starter di laga berikutnya melawan India — padahal Raphinha sudah menunjukkan tanda kelelahan. Pemain yang telah mencetak 14 gol di semua kompetisi musim ini dijadwalkan segera kembali ke Barcelona dan absen dari laga kontra India, demi pemulihan optimal.
Ancelotti mendapat kritik tajam dari kubu Barcelona karena dianggap mengabaikan kepentingan klub dalam pengelolaan menit bermain pemain. Padahal, Raphinha adalah salah satu pilar utama lini serang Blaugrana, dengan kontribusi gol dan assist yang tak tergantikan. Kekhawatiran semakin membesar ketika Ancelotti tidak menyebut kondisi Raphinha dalam konferensi pers pasca-laga, justru memuji Vinicius Junior sebagai bintang lapangan. Sikap ini dinilai kontras dengan pendekatan pelatih lain seperti Jurgen Klopp, yang memiliki skuad lebih besar dan mampu memutar pemain tanpa membebani individu tertentu.
Kabar baiknya, cedera Raphinha tidak memerlukan waktu pemulihan panjang. Ia dijadwalkan tiba di Barcelona dalam waktu dekat untuk menjalani pemulihan di bawah pengawasan staf medis tim. Absennya dari laga kontra India menjadi kesempatan strategis bagi pemain berkebangsaan Brasil itu untuk istirahat total sebelum kembali ke tugas utamanya di Camp Nou. Barcelona, yang saat ini memimpin klasemen La Liga dengan start sempurna, sangat bergantung pada keberadaan Raphinha dalam serangan dinamis mereka. Kembalinya sang winger dalam kondisi prima menjadi kunci utama untuk mempertahankan momentum musim ini.















