Sumbawanews.com,- Pertandingan Concacaf Nations League antara Anguilla dan Antigua & Barbuda pada Sabtu (26/9) di Sir Vivian Richards Stadium dikenang bukan karena skor telak 5-0, melainkan karena dua kartu merah yang diterima pemain lawan akibat menarik rambut panjang Aedan Scipio, pemain timnas Anguilla berusia 36 tahun. Scipio, yang dikenal dengan gimbal rambutnya yang sangat panjang—hingga diakui sebagai salah satu pemain dengan rambut terpanjang di dunia—masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-69, menggantikan Carlton Carty saat timnya sudah tertinggal lima gol.
Tak lama setelah masuk, Scipio merebut bola dari Keon Greene. Reaksi Greene pun tak terduga: ia menarik rambut Scipio dan langsung menerima kartu merah pada menit ke-72. Kekacauan serupa terulang di penghujung laga, tepatnya pada menit ke-90+3, ketika Shalon Knight melakukan hal yang sama—menarik rambut Scipio—dan pun harus keluar lapangan dengan kartu merah. Akibatnya, Antigua & Barbuda harus bertanding dengan sembilan pemain, meski hasil pertandingan tak lagi berubah.
Scipio, yang memperkuat klub Roaring Lions sekaligus timnas Anguilla sejak 2021, menjadi pusat perhatian bukan karena gol atau assist, tapi karena ciri khas fisiknya yang tak biasa di dunia sepak bola. Kedua pelanggaran itu menjadi momen paling ikonik dalam laga yang sebenarnya berjalan sepi dari aksi mencolok. Pertandingan ini pun masuk dalam sejarah Concacaf Nations League bukan hanya sebagai kemenangan besar, tapi juga sebagai contoh langka di mana rambut seorang pemain jadi penyebab dua kartu merah dalam satu pertandingan.















