Sumbawanews.com,- Empat suporter PSS Sleman tewas dalam kecelakaan lalu lintas di Tol Madiun KM 616, arah Surabaya, pada Minggu (18/10), saat menuju Stadion Gelora Bung Tomo untuk menyaksikan laga melawan Persebaya dalam matchday kelima Liga 1. Pertandingan berakhir imbang 2-2, namun duka mendalam menyelimuti kedua kubu setelah tragedi itu terungkap. Pelatih PSS Peter Huistra dan kiper Persebaya Ernando Ari Sutaryadi serentak menyampaikan belasungkawa, menyerukan agar seluruh suporter lebih berhati-hati di jalan, karena nyawa tak sebanding dengan siapa pun yang menang di lapangan.
Hingga menit ke-90, PSS unggul 2-1 berkat gol Melvyn Lorenzen pada menit ke-9 dan Hiromu Tanaka di menit ke-61. Namun, Miguel Pereira menyamakan kedudukan untuk Persebaya pada menit ke-36, lalu mencetak gol penyeimbang di injury time menit ke-90+1, membuyarkan harapan PSS untuk meraih tiga poin. Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengaku frustrasi meski timnya tampil baik, karena ia yakin Bonek dan Bonita layak mendapat kemenangan. “Sepak bola adalah tentang gol. Jika bisa mencetak gol dan tidak kebobolan, peluang menang akan lebih besar. Sayangnya, kami kebobolan dua gol,” ujarnya.
Huistra, yang turut terpukul, menyatakan duka mendalam atas kehilangan para pendukung setia yang rela menempuh perjalanan jauh demi menyaksikan timnya bermain. “Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Kami sangat sedih dengan kejadian ini dan berharap peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi,” katanya. Ernando, yang menjadi suara kemanusiaan di tengah hingar-bingar pertandingan, mengingatkan seluruh suporter Indonesia—baik PSS, Bonek, maupun Bonita—bahwa perjalanan menuju stadion harus diutamakan dengan keselamatan, bukan hanya semangat mendukung tim.
Tragedi ini menjadi duka bersama sepak bola Indonesia, di mana semangat suporter yang tak terbendung berbenturan dengan kenyataan pahit di jalan raya.















