Sumbawanews.com,- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan akan melakukan pembenahan menyeluruh di kawasan Kampung Bali, Jakarta Pusat, tanpa menggusur warganya. Pernyataan itu disampaikan saat peluncuran Konsep Desain Transformasi Blok M Fase Ultimate pada Selasa, 6 Oktober 2026. Kawasan yang berlokasi dekat dengan Istana Negara, Balai Kota, dan Bundaran HI itu dinilai sebagai salah satu wilayah paling kumuh di ibu kota, meski berada di pusat kegiatan strategis.
Pramono mengungkapkan, sebagian ruas di Kampung Bali dan sekitarnya belum tertangani sejak hampir 60 tahun. Beberapa rumah berukuran 3×4 meter dihuni hingga 15 orang dengan sistem tidur bergantian tiga shift. Pembenahan akan mencakup infrastruktur dasar, sanitasi, dan penataan lingkungan, dengan tetap mempertahankan keberadaan rumah ibadah seperti masjid dan musala yang berdiri di atas sungai. Dinas Sumber Daya Air dan Dinas Sosial ditunjuk sebagai penanggung jawab utama pelaksanaan program ini.
Pembiayaan rencananya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta dana Corporate Social Responsibility (CSR) dan SLF KLB. Meski angka pastinya telah dihitung, Pramono belum membuka rincian anggaran kepada publik. Ia menekankan, pembenahan ini akan menjadi model bagi kawasan kumuh lain di Jakarta yang berada di dekat pusat kota, dengan prinsip utama: menata tanpa mengusir.














