Sumbawanews.com,- Bill Oliver, anggota parlemen New Brunswick dan Ketua Fraksi Oposisi, menjadi sorotan setelah secara tidak sengaja membacakan teks hasil chatbot AI selama pidatonya di majelis legislatif pada 9 Juni 2026. Saat membahas kepercayaan publik terhadap lembaga advokat, ia secara keliru membacakan kalimat yang seharusnya dihapus: “Berikut versi yang lebih alami dan mengalir dari bagian tersebut, agar terdengar seperti pidato di parlemen, bukan sekadar kumpulan poin-poin pendek.” Saat melanjutkan ke topik anggaran, ia kembali membacakan sisa teks AI: “Bagian ini menambahkan kira-kira…” sebelum langsung berhenti, mengucapkan “Maaf,” lalu melanjutkan pidatonya. Kedua kesalahan itu terjadi karena naskah pidato tidak dicek ulang sebelum disampaikan. Warganet mengkritik bahwa masalah utama bukan penggunaan AI, melainkan kelalaian Oliver dalam memahami materi yang ia sampaikan di depan parlemen.















