Sumbawanews.com,- Persija Women resmi memperkuat skuadnya dengan tiga pemain asing berkualitas dunia menjelang bergulirnya Indonesia Women’s League (IWL) 2026-2027, kompetisi sepak bola putri yang kembali bergulir setelah tujuh tahun vakum. Ketiga pemain itu—Michika Sakamoto dan Saki Nishihara dari Jepang, serta Lisa Jacob Zouaoui dari Aljazair/Prancis—diboyong untuk memperdalam kedalaman tim menjelang laga pembuka pada 18 Oktober 2026 di Stadion Madya, Senayan, Jakarta. Dengan regulasi yang memperbolehkan maksimal empat pemain asing, Macan Kemayoran telah mengisi tiga slot impornya, menunjukkan komitmen serius untuk bersaing di puncak liga.
Michika Sakamoto, gelandang berusia 28 tahun, tampil mencolok dalam laga uji coba dengan mencetak hattrick saat Persija Women menang 5-3 atas Dewa United Women. Pemain yang sebelumnya membela C.D. Femarguín di Spanyol ini dikenal dengan visi bermain tajam dan permainan dinamis. Di luar lapangan, ia mengaku kesulitan beradaptasi dengan kuliner Indonesia, bahkan sempat sakit di minggu pertama kedatangan.
Saki Nishihara, bek tengah berusia 32 tahun dan mantan pemain Timnas Putri Jepang, menjadi sosok kunci di lini belakang. Pemain yang pernah bermain di Spanyol dan berpengalaman di berbagai liga Asia-Australia ini menyelamatkan tim dari kekalahan dengan gol tendangan bebas indah saat laga pembuka IWL berakhir imbang 1-1 melawan FC Bekasi City Women. Ia juga dikenal sebagai istri dari Takumu Nishihara, striker asing Persiba Balikpapan di Liga 2, yang memuji golnya secara publik.
Lisa Jacob Zouaoui, bek tengah berusia 21 tahun dan kelahiran Prancis, menjadi pemain asing termuda di skuad. Meski belum turun di laga perdana akibat kendala administrasi dan kebugaran, ia mendapat pujian dari pelatih karena proses adaptasinya yang cepat. Ia memilih memperkuat Timnas Putri Aljazair dan mengaku langsung jatuh cinta pada keramahan masyarakat serta kekayaan kuliner Indonesia sejak pekan pertama.
Dengan kehadiran ketiga pemain ini, Persija Women tidak hanya membangun tim yang kompetitif, tetapi juga menjadi simbol bangkitnya sepak bola putri Indonesia pasca-vakum panjang.















