Sumbawanews.com,- Persija Jakarta menyampaikan simpati kepada para korban keributan yang terjadi saat laga melawan Persita Tangerang di Banten International Stadium, Serang, Banten, pada Sabtu malam, 17 Oktober 2026. Pertandingan yang berakhir dengan kekalahan 2-3 bagi Macan Kemayoran sempat terhenti selama 30 menit akibat keributan di tribun penonton, yang memicu 11 orang mengalami luka-luka. Klub mengimbau seluruh suporter untuk tetap tenang, menahan diri, dan tidak terpancing provokasi, sambil terus berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk mengumpulkan fakta lengkap atas insiden tersebut.
Kericuhan bermula pada menit ke-25 babak pertama, saat ketegangan muncul di area Gate 14 akibat saling ejek antara suporter kedua tim. Situasi memburuk menjelang jeda babak pertama di Gate 5, 6, dan 7, ketika sejumlah pendukung Persija mendekati area tribun Persita, memicu gesekan fisik. Beberapa penonton bahkan melompati pembatas untuk menyelamatkan diri ke lintasan jogging track. Sebagian korban mengalami luka akibat lemparan benda, sementara lainnya terkilir saat berlari menghindari keributan. Seluruh korban telah mendapat penanganan medis di RS Bhayangkara, RS Banten, dan RS Arafiq.
Persita Tangerang menang 3-2 berkat gol dramatis Aleksa Andrejic pada menit ke-90+5, yang menjadi penentu kemenangan sekaligus kekalahan pertama Persija di musim ini. Klub ibu kota itu menegaskan bahwa tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan dan menyerukan sportivitas sebagai fondasi sepak bola yang aman bagi pemain maupun penonton. Persija juga menegaskan akan menanggapi insiden ini secara objektif, berdasarkan fakta dan sesuai ketentuan yang berlaku.















