Sumbawanews.com,- Para penyelam sukarelawan dari East Anglia British Sub-Aqua Club berhasil mengidentifikasi struktur batu purba di dasar Laut Utara lepas pantai Norfolk, Inggris, yang diyakini sebagai sisa-sisa desa Shipden yang tenggelam sekitar 700 tahun lalu. Temuan ini terjadi selama misi pemetaan bawah air dalam Proyek Alfred Savin, di mana 25 objek buatan manusia tercatat, termasuk fondasi batu api dan caisson yang kemungkinan dibangun untuk menahan erosi laut pada abad ke-14. Struktur-struktur tersebut masih berdiri tegak hingga delapan hingga 10 lapis batu, meski telah terendam selama berabad-abad. Foto dan video pertama dari situs ini diambil saat kondisi laut tenang selama musim panas, memungkinkan tim untuk mendokumentasikan fitur-fitur yang sebelumnya hanya menjadi legenda lokal.
Desa Shipden, yang disebut dalam Domesday Book tahun 1086 sebagai pemukiman kecil dengan 117 penduduk, pernah memiliki padang rumput seluas 1,2 hektare, pelabuhan, dan dua gereja. Namun, namanya perlahan menghilang dari catatan sejarah pada abad ke-14, dan wilayah itu kemudian dikenal sebagai Cromer. Menurut legenda, menara Gereja St. Peter masih berada di bawah laut, tepat di atas formasi batuan bernama Church Rock. Namun, tim penyelam belum menemukan bukti fisik yang bisa dikonfirmasi sebagai sisa gereja tersebut. Awalnya, misi ini bertujuan mencari sisa kapal Victoria yang karam di Church Rock pada 1888, tetapi penemuan struktur purba justru menjadi fokus utama.
Pemimpin tim penyelam Nick Schiller menyatakan temuan ini memberi wawasan baru bahwa Church Rock mungkin bukan sisa gereja, melainkan bagian dari benteng pertahanan laut abad pertengahan. Sementara itu, Peter Stibbons, ketua Friends of Cromer Museum dan direktur proyek, mengatakan para peneliti sedang membandingkan temuan fisik dengan catatan sejarah abad pertengahan untuk memahami lebih dalam asal-usul situs ini. “Kami yang dibesarkan di Cromer sudah lama mendengar cerita tentang Church Rock, jadi ini adalah langkah besar untuk menyatakan bahwa legenda tersebut mungkin salah,” ujarnya. Ia menekankan bahwa hingga kini, tim lebih banyak menyuarakan dugaan daripada kesimpulan pasti.















