Sumbawanews.com,- Pau Cubarsi dan Aymeric Laporte menjadi pasangan bek andalan Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, mencatatkan catatan impresif: hanya kebobolan satu gol sepanjang mereka bermain bersama. Kinerja keduanya, terutama di semifinal melawan Prancis pada 15 Juli 2026 di Dallas Stadium, menjadi bukti nyata kematangan bertahan yang melampaui usia Cubarsi yang baru 22 tahun. Laporte, yang lebih berpengalaman, secara terbuka memuji kecerdasan taktis dan ketenangan Cubarsi dalam membaca permainan, bukan sekadar kekuatan fisik.
Laporte menilai, keunggulan Cubarsi terletak pada kemampuannya mengambil keputusan tepat di lini belakang—kapan harus maju, kapan harus menutup ruang, dan kapan harus membiarkan rekan satu tim bertindak. Kombinasi antara kematangan mental dan pemahaman permainan membuat bek muda Barcelona itu mampu bersaing di level tertinggi, meski masih sangat muda. Di sisi lain, Laporte juga memberi pujian kepada Lamine Yamal, winger berusia 18 tahun yang menjadi ujung tombak serangan Spanyol, menilai bahwa keberadaannya mampu menciptakan perbedaan dalam setiap laga.
Tak hanya membahas pemain muda, Laporte turut menyebut nama-nama besar seperti Harry Kane dan Rodri sebagai kandidat kuat Ballon d’Or, menunjukkan pandangannya yang luas terhadap kualitas individu di level global. Sementara itu, kemungkinan duet Cubarsi-Laporte berlanjut di level klub muncul sebagai topik menarik, mengingat keduanya kini berada di Barcelona—meski Laporte belum resmi bergabung. Pengalaman mereka di tim nasional, dengan catatan hanya satu kebobolan saat berduet, menjadi dasar kuat bahwa sinergi mereka bisa menjadi fondasi pertahanan Barca di masa depan.
Dengan performa konsisten di Piala Dunia 2026, Cubarsi bukan lagi sekadar harapan masa depan—ia sudah menjadi bagian dari sejarah timnas Spanyol yang sedang dibangun.















