Home Berita Internasional Paris Akan Menjadi Kota Muslim, Kata Trump Soroti Kerusuhan di Prancis

Paris Akan Menjadi Kota Muslim, Kata Trump Soroti Kerusuhan di Prancis

Sumbawanews.com,- Presiden Amerika Serikat Donald Trump memprediksi Paris akan berubah menjadi kota Muslim dalam waktu dekat, menyambungkan kerusuhan yang melanda Prancis dengan arus imigrasi yang ia anggap tak terkendali. Pernyataan itu disampaikannya pada Senin lalu saat bersiap meninggalkan Gedung Putih menuju kampanye di Kansas, di mana ia menyalahkan kebijakan migrasi Prancis sebagai akar utama kekacauan sosial.

Trump mendesak Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk menutup perbatasan dan mengusir para imigran yang ia sebut “orang-orang jahat,” dengan menegaskan bahwa Eropa akan hancur jika tidak mengambil tindakan tegas. Ia mengklaim telah lama memperingatkan Macron bahwa membiarkan orang dari seluruh dunia masuk ke Prancis adalah kesalahan besar, dan menambahkan bahwa Paris “tidak akan menjadi kota Muslim” jika kebijakan itu diubah.

Komentar Trump muncul di tengah protes massal di Prancis yang berawal dari ketidakpuasan terhadap kondisi sekolah, lalu meluas ke isu biaya hidup dan inflasi. Pada Sabtu lalu, sekitar 500.000 orang turun ke jalan, sementara kelompok kecil menjarah lebih dari 2.000 toko, menyerang polisi, dan membakar fasilitas umum. Rekaman video menunjukkan para perusuh berasal dari berbagai latar belakang etnis dan ras.

Meski sekitar 10 persen populasi Prancis beragama Islam—dengan persentase lebih tinggi di Paris—Trump menekankan bahwa yang ia lawan bukan agama, melainkan individu yang “membenci bangunannya, masyarakatnya, dan seninya.” Ia menegaskan bahwa tanpa penutupan perbatasan dan deportasi massal, Prancis tidak akan punya kesempatan bertahan.

Pernyataan serupa pernah ia sampaikan pada 6 Oktober, ketika ia menyebut protes di Prancis sebagai upaya Islam “mengambil alih negara yang dulunya hebat.” Sementara itu, kandidat presiden Prancis Marine Le Pen, yang juga konservatif populis, menegaskan bahwa Islam “kompatibel dengan Republik,” dan menolak generalisasi terhadap umat Muslim.

Previous articleTNI Kerahkan Kekuatan Udara, Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca
Next articleCroxyProxy Jadi Solusi Akses Situs Terblokir Tanpa Instalasi