Sumbawanews.com,- Pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto, mulai memperkuat susunan skuad menjelang Piala Asia U-20 2027 di China dengan membidik dua pemain diaspora, Mathew dan Timothy Baker, sebagai tambahan strategis. Keduanya, yang lahir di Australia, dinilai memiliki fleksibilitas posisi dan karakter yang bisa memperdalam lini pertahanan serta tengah tim, setelah Garuda Muda sukses menjadi juara Grup H kualifikasi dengan tujuh poin dan tanpa kebobolan. Proses pemanggilan mereka masih menunggu persetujuan dari klub masing-masing, dan tidak akan bisa bergabung selama babak kualifikasi di Laos.
Mathew Baker, yang pernah membela Timnas Indonesia senior, mampu bermain di tiga posisi: bek kiri, bek tengah, hingga gelandang bertahan. Kemampuannya yang serbaguna memberi Nova opsi taktis tanpa harus mengganti pemain saat pertandingan berlangsung. Sementara itu, sang kakak, Timothy Baker, berpostur 182 cm dan dikenal sebagai gelandang tangguh yang unggul dalam duel udara, cocok untuk menghadapi lawan dengan gaya fisik. Kehadiran keduanya dianggap bisa meningkatkan daya tahan dan kedalaman skuad, terutama mengingat tantangan lebih berat di putaran final nanti.
Selain dua bersaudara itu, Nova juga memantau sejumlah talenta muda lain, termasuk Mike Rajasa yang diproyeksikan sebagai pengisi lini tengah, serta pemain yang sudah menunjukkan performa menjanjikan di kualifikasi seperti Welber Jardim, Amar Brkic, dan Eizar Jacob. Informasi dari pengamat sepak bola Bung Ropan menyebut Nova sedang mengevaluasi sekitar tujuh hingga delapan pemain diaspora tambahan untuk membangun skuad yang lebih komprehensif. Ia juga dikabarkan akan berkoordinasi dengan pelatih Timnas senior John Herdman guna memperoleh masukan tentang perkembangan para pemain muda.
Indonesia sendiri menutup kualifikasi dengan catatan impresif: tiga pertandingan, tujuh poin, lima gol dicetak, tanpa kebobolan. Hasil itu termasuk kemenangan 3-0 atas Laos dan 2-0 atas Australia, setelah awalnya bermain imbang 0-0 melawan Malaysia. Dengan fondasi kuat itu, Nova kini fokus pada penguatan jangka panjang—bukan hanya untuk lolos, tapi untuk bersaing di level tertinggi Asia.















