Sumbawanews.com,- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meminta bantuan seorang rabi terkemuka untuk membujuk pemimpin Partai Amcha Yisrael, Ofer Winter, mundur dari pencalonan dalam pemilu parlemen yang akan berlangsung pada 27 Oktober 2026. Upaya ini dilakukan di tengah kekhawatiran bahwa keikutsertaan partai kecil itu dapat memecah suara blok sayap kanan, sehingga mengurangi kursi koalisi Netanyahu di Knesset. Kunjungan Netanyahu ke Akademi Pra-Militer Bnei David di Tepi Barat bersama Menteri Keuangan Bezalel Smotrich bertujuan memanfaatkan pengaruh Rabi Eli Sadan, yang dianggap memiliki hubungan dekat dengan Winter. Keduanya menyampaikan hasil jajak pendapat yang menunjukkan partai Winter berada di bawah ambang batas elektoral 3,25 persen, dan mengkhawatirkan keuntungan oposisi setelah Benny Gantz mundur dari perlombaan.
Winter menolak tekanan tersebut melalui video publik, menegaskan bahwa partainya akan terus berkompetisi hingga akhir sebagai alternatif politik yang bertanggung jawab dan mempersatukan masyarakat. Ia menuduh Netanyahu dan Smotrich berusaha memaksa dirinya keluar demi kepentingan pribadi. Tekanan serupa sebelumnya berhasil membuat kandidat nomor delapan dalam daftar calon Winter, Davidi Ben Zion, mengundurkan diri pekan lalu, dengan alasan tak ingin suara pendukungnya terbuang. Jajak pendapat terbaru dari lembaga penyiaran KAN memperlihatkan blok Netanyahu hanya akan memperoleh 51 dari 120 kursi, kalah satu kursi dari blok oposisi pimpinan Gadi Eisenkot. Dalam preferensi pemilih untuk posisi perdana menteri, Eisenkot unggul dengan 43 persen, sementara Netanyahu berada di 35 persen. Belum ada blok yang mampu mencapai mayoritas mutlak 61 kursi, menandakan kemungkinan besar terbentuknya pemerintahan koalisi yang rapuh. Netanyahu sendiri mengakui kekhawatirannya, menyatakan bahwa ia belum yakin akan menang.















