Sumbawanews.com,- Manchester United gagal meraih kemenangan dalam enam laga Premier League 2026/2027, hanya mengumpulkan enam poin—rekor terburuk sejak 1986/1987—setelah ditahan 1-1 oleh Tottenham Hotspur di Old Trafford pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Bryan Mbeumo membuka keunggulan tuan rumah, namun Dominic Solanke menyamakan kedudukan di masa injury time setelah Rodrigo Bentancur dikenai kartu merah pada babak kedua. Kegagalan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain memperdalam tekanan terhadap pelatih Michael Carrick, yang sebelumnya membawa MU finis ketiga musim lalu.
Hasil buruk ini memicu spekulasi kuat tentang pergantian pelatih. Tiga nama pelatih berpengalaman yang kini tanpa klub menjadi kandidat utama: Antonio Conte, Eddie Howe, dan Julian Nagelsmann. Conte, yang meninggalkan Napoli pada Juni 2026, dikenal mampu membangun tim disiplin dan pertahanan kokoh—kualitas yang dianggap mendesak bagi MU. Howe, yang berpisah dari Newcastle United pada Juli 2026, punya rekam jejak membangun tim kompetitif dengan pressing agresif dan transisi cepat, cocok dengan karakter pemain seperti Mbeumo dan Bruno Fernandes. Sementara Nagelsmann, yang mundur dari pelatihan Timnas Jerman setelah Piala Dunia 2026, dianggap sebagai sosok modern dengan taktik fleksibel, meski gaya permainannya menuntut pemain dengan tingkat fisik dan pemahaman taktis tinggi.
Meski Carrick pernah sukses musim lalu, performa awal musim ini telah mengaburkan pencapaian itu. Manajemen MU kini dihadapkan pada pilihan berisiko: mempertahankan pelatih yang baru saja membawa tim ke podium, atau mengganti dengan sosok yang berpengalaman menangani tekanan besar di liga top Eropa. Tiga kandidat tersebut semuanya memiliki keunggulan spesifik—Conte untuk struktur, Howe untuk dinamika serangan, dan Nagelsmann untuk inovasi taktis—namun semua menuntut waktu dan sumber daya untuk memperbaiki kelemahan bertahan yang kini menjadi titik lemah utama Setan Merah.















