Sumbawanews.com,- Dosen Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, Leopold Oscar Nelwan, menanggapi maraknya klaim di media sosial bahwa mencampur minyak kayu putih ke dalam bensin dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar. Ia menegaskan bahwa hingga kini tidak ada bukti ilmiah yang memadai mendukung praktik tersebut, terutama ketika minyak kayu putih komersial digunakan dalam jumlah kecil tanpa formulasi terkontrol.
Leopold menjelaskan bahwa meskipun ada penelitian tentang minyak eukaliptus sebagai campuran bahan bakar dalam proporsi tertentu, hasil itu tidak bisa langsung diterapkan pada minyak kayu putih yang dijual bebas di pasaran. Minyak tersebut mengandung senyawa volatil seperti 1,8-cineole yang memang bisa memengaruhi volatilitas dan angka oktan bensin, tetapi efeknya sangat bergantung pada komposisi dan konsentrasi yang dirancang secara ilmiah—bukan asal tambah tetes ke tangki.
Ia membedakan antara fuel blend, yang memakai campuran dalam persentase signifikan, dengan aditif yang ditambahkan dalam jumlah mikro dan harus memiliki mekanisme kerja spesifik. Minyak kayu putih komersial, menurutnya, tidak memenuhi kriteria sebagai aditif bahan bakar yang teruji. Selain tidak terbukti efektif, penggunaannya berisiko merusak sistem injeksi, membentuk deposit, atau mengganggu kestabilan campuran bahan bakar dalam jangka panjang.
Sebagai solusi yang telah terbukti, Leopold menyarankan pemilik kendaraan untuk menjaga tekanan ban sesuai rekomendasi, melakukan perawatan berkala, menggunakan bahan bakar dan oli sesuai spesifikasi pabrikan, mengurangi beban kendaraan, serta menghindari akselerasi dan pengereman mendadak.















