Sumbawanews.com,- Pada 2026, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo tak lagi hanya bersaing di atas lapangan, tapi juga di balik layar bisnis sepak bola. Messi memperluas portofolionya melalui akuisisi saham di dua klub Spanyol—UE Cornella dan CD Eldense—sementara Ronaldo melalui CR7 Sports Investments menguasai 25 persen saham UD Almeria pada Februari 2026.
Messi secara resmi mengakuisisi 85,05 persen saham UE Cornella pada April 2026, klub yang berkompetisi di Tercera Federación dan dikenal sebagai pusat pembinaan pemain muda. Pada September 2026, ia mengumumkan rencana akuisisi 100 persen saham CD Eldense, klub asal Alicante, meski transaksi itu masih menunggu persetujuan resmi. Di Amerika Selatan, Messi memiliki saham minoritas di Deportivo LSM, klub Uruguay yang terkait dengan Luis Suárez, sementara Leones de Rosario, klub yang didirikan pada 2015, dipimpin oleh Matias Messi sebagai presiden, sesuai catatan Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA). Di Amerika Serikat, Messi belum terdaftar sebagai pemegang saham pengendali Inter Miami, namun kontraknya menyediakan opsi untuk membeli saham klub setelah pensiun dari dunia permainan—meski persentase pastinya belum diumumkan.
Sementara itu, Ronaldo memilih pendekatan lebih langsung dengan mengambil posisi strategis di UD Almeria melalui perusahaan investasinya, CR7 Sports Investments, pada Februari 2026. Dengan kepemilikan 25 persen, ia memasuki struktur kepemilikan klub yang berkompetisi di La Liga, menandai langkah signifikan dalam ekspansi bisnisnya di Eropa.
Perbedaan pendekatan keduanya jelas: Messi fokus pada pengembangan jaringan klub di level bawah dan pembinaan pemain, sementara Ronaldo memilih membangun pengaruh di klub top-tier yang sudah berkompetisi di liga utama. Keduanya kini bukan hanya legenda lapangan, tapi juga aktor utama dalam transformasi bisnis sepak bola global—dengan Messi membangun ekosistem dari akar, dan Ronaldo menancapkan bendera di puncak.















