Sumbawanews.com,- Sebanyak 54 persen warga Amerika Serikat memiliki pandangan negatif terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, menurut survei YouGov dan The Economist yang dilakukan pada 25–27 Juli 2026. Hanya 23 persen responden yang menilai positif, sementara 47 persen meyakini Netanyahu bertanggung jawab atas kejahatan perang di Gaza dan tindakannya merusak hubungan AS-Israel. Lebih dari setengah responden—49 persen—mendukung penangkapan Netanyahu jika ia berkunjung ke AS, mengacu pada perintah penahanan yang dikeluarkan Mahkamah Pidana Internasional pada November 2024.
Kunjungan Netanyahu ke Gedung Putih pada 28 Juli 2026, dalam pertemuan pertamanya dengan Presiden Donald Trump sejak meletusnya perang Iran, berlangsung selama satu setengah jam dan digambarkan sebagai “positif dan produktif.” Meski keduanya menyepakati tujuan bersama untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir, hubungan pribadi mereka sebelumnya sempat tegang, dengan Trump menyebut Netanyahu sebagai “orang yang sangat sulit.” Netanyahu menanggapi dengan menyebut perbedaan itu hanya “taktis” dan menegaskan keselarasan dalam tujuan perang.
Pertemuan itu juga membahas implementasi kesepakatan kerangka kerja AS-Israel-Lebanon yang masih menghadapi tantangan di lapangan, serta upaya memulihkan rekonstruksi Gaza yang terhenti. Ahli hubungan internasional Yonatan Freeman menilai, tujuan utama kunjungan ini adalah menunjukkan kepada dunia—terutama Iran dan Lebanon—bahwa aliansi AS-Israel tetap utuh meski ada tekanan publik di dalam negeri kedua negara.















