Sumbawanews.com,- Marc Marquez terus berjuang melawan cedera bahu kanan yang tak kunjung sembuh total, sambil tetap tampil kompetitif di MotoGP 2026. Pemain yang dikenal sebagai The Baby Alien itu menjalani ritual pemanasan khusus—termasuk melakukan beberapa kali push-up lima menit sebelum balapan—untuk menyiasati masalah saraf radial yang masih mengganggu, akibat komplikasi dari tujuh operasi sebelumnya. Cedera pertama bermula dari kecelakaan di MotoGP Indonesia 2025, yang memecahkan tulang humerus kanan dan memicu serangkaian masalah saraf yang baru terdiagnosis di awal musim 2026. Setelah menjalani operasi lanjutan pada Mei 2026 untuk mengatasi tekanan saraf oleh material logam sisa operasi, Marquez kini kembali menunjukkan ketajaman balapnya, termasuk menyapu bersih kemenangan di sprint race dan balapan utama MotoGP Jepang, memangkas jarak poin dari pemimpin klasemen, Jorge Martin, menjadi hanya dua poin.
Bahu kanan Marquez menjadi saksi bisu karier penuh tantangan: patah tulang parah di GP Spanyol 2020, dislokasi bahu kiri, dan cedera jari pernah menghentikan lajunya. Gaya balap agresif yang menjadi ciri khasnya kerap dikaitkan dengan rentetan cedera ini. Meski tubuhnya penuh bekas operasi, Marquez tetap fokus pada persiapan fisik yang ketat. “Saya harus melakukan pemanasan dengan sangat baik jika ingin tampil maksimal,” ujarnya. “Jika pemanasan dilakukan 30 menit sebelumnya, tubuh sudah mulai mendingin lagi saat balapan dimulai.” Metode push-up yang ia uji coba di Motegi terbukti efektif, kini menjadi ritual wajib sebelum setiap balapan.
Dengan MotoGP Mandalika Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang akan berlangsung pada 9–11 Oktober di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Marquez kembali menghadapi medan yang pernah menjadi titik balik cederanya. Baginya, ajang ini bukan sekadar balapan pulang kampung, tapi kesempatan untuk membuktikan bahwa tekad bisa mengalahkan takdir.















