Sumbawanews.com,- Manchester United kalah 0-2 dari Chelsea di Stamford Bridge pada Sabtu (31/10) malam WIB, memperdalam krisis di klasemen Premier League. Kekalahan ini menempatkan The Red Devils di posisi ke-17 dengan tujuh poin, setara dengan Coventry City, Crystal Palace, dan Nottingham Forest. Lisandro Martínez mendapat kartu merah dalam laga tersebut, memperburuk situasi tim yang kini telah tanpa kemenangan dalam sembilan pertandingan berturut-turut — rekor terburuk sejak musim 1988/1989. Jika Nottingham Forest dan Coventry City menang di pekan kesembilan, MU berisiko jatuh ke zona degradasi.
Ini adalah posisi terendah dalam sejarah keikutsertaan Manchester United di Premier League, melebihi rekor buruk sebelumnya saat finis di peringkat ke-15 pada musim 2024/2025. Tim asuhan Michael Carrick kini hanya unggul selisih gol dari tim-tim di bawahnya, dengan performa defensif yang rapuh dan serangan yang tak konsisten. Kegagalan meraih poin dalam sembilan laga terakhir memperkuat tekanan pada manajemen dan pemain, terutama Bruno Fernandes dan kawan-kawan.
Rencana jangka pendek tim pun semakin sulit. Pada Rabu (4/11) dini hari WIB, mereka akan menjamu AS Roma di Liga Champions, diikuti laga kontra Aston Villa pada lanjutan Premier League sebelum jeda internasional. Lalu, pada 22 November 2026, mereka akan menghadapi Liverpool dalam duel klasik yang menjadi ujian besar bagi mental tim.
Di klasemen sementara Premier League 2026/2027 per 31 Oktober 2026, Manchester City masih memimpin dengan 22 poin, diikuti Arsenal (21 poin) dan Brighton (17 poin). Chelsea, pemenang atas MU, berada di peringkat ke-4 dengan 16 poin. Sementara itu, Sunderland menjadi tim terbawah dengan hanya 6 poin.















