Home Berita Olah Raga Manchester United Hancur di Tangan Como, Konflik Taktik Memburuk

Manchester United Hancur di Tangan Como, Konflik Taktik Memburuk

Sumbawanews.com,- Manchester United tumbang telak dari Como dalam laga lanjutan Liga Champions, Kamis (22/10), di Stadion Giuseppe Sinigaglia. Kekalahan ini memperpanjang rentetan buruk tim asuhan Michael Carrick yang tak menang dalam lebih dari satu setengah bulan. Pertandingan berlangsung tanpa perlawanan berarti dari MU, yang tak mampu menahan serangan lawan hingga skor akhir mencerminkan dominasi penuh Como. Di tengah kekalahan, ketegangan internal memuncak setelah Bruno Fernandes mengecam taktik tim, memicu respons tajam dari pelatih.

Fernandes, yang ditarik keluar pada menit ke-67, secara terbuka mempertanyakan keputusan pelatih untuk tidak menerapkan pressing man-to-man secara konsisten. “Itu adalah keputusan dari staf untuk tidak menekan man to man dan kadang jadi menyisakan ruang di belakang,” ujarnya, seperti dikutip ESPN. Respons Carrick tak kalah keras. Ia menegaskan bahwa tim justru telah menerapkan half-pressed man-to-man di babak kedua—dan tetap kebobolan. “Sistem apa pun yang Anda mainkan, taktik apa pun yang Anda mainkan, kalau Anda tidak berlari, Anda tidak mau lari ke depan atau ke belakang, maka Anda tidak akan menang,” tegasnya.

Ketegangan antara pemain dan pelatih ini langsung menjadi sorotan media, menggambarkan krisis kepercayaan yang makin dalam di dalam kubu The Red Devils. Carrick menekankan bahwa tanggung jawab para pemain bukan untuk memenuhi ekspektasi pribadinya, melainkan untuk klub dan para suporter. “Ini bukan soal main buat saya, ini soal bermain untuk klub sepak bola ini. Itu adalah tanggung jawab yang ada. Jika saya di posisi itu, saya bertanggung jawab untuk klub sepak bola dan para suporter, saya memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Dengan kekalahan ini, posisi Manchester United di klasemen Liga Champions semakin terancam, sementara tekanan terhadap manajemen dan pelatih kian memuncak. Di tengah kegagalan berulang, pertanyaan besar kini menggantung: apakah perubahan taktik saja cukup, ataukah perombakan lebih besar sudah tak terhindarkan?

Previous articleIndonesia Diingatkan PBB untuk Tak Legitimasi Okupasi Israel
Next articleManchester United Terancam Ganti Besar-Besaran di Bawah Carrick