Sumbawanews.com,- Wali Kota New York Zohran Mamdani menolak tuntutan dari kelompok sosialis demokrat untuk memecat Komisaris Kepolisian New York (NYPD) Jessica Tisch, meski tekanan itu datang dari basis pendukung utamanya yang mengkritik kebijakan keamanan kota. Keputusan ini diambil setelah penembakan terhadap imigran asal Republik Dominika, Oscar Belgal, oleh agen Immigration and Customs Enforcement (ICE) pada 8 Oktober 2026 memicu demonstrasi besar dan seruan reformasi kepolisian. Mamdani menyatakan secara tegas bahwa ia tidak memiliki rencana mengganti Tisch, yang menjabat sejak masa pemerintahan Eric Adams, karena menilai rekam jejaknya dalam memberantas korupsi di jajaran pimpinan NYPD dan menurunkan angka kejahatan sebagai alasan kuat untuk mempertahankannya. Data resmi NYPD per 6 Oktober 2026 menunjukkan penurunan signifikan dalam sejumlah indikator kejahatan: jumlah pembunuhan turun dari 253 menjadi 203 kasus, insiden penembakan dari 553 menjadi 489, dan korban penembakan dari 694 menjadi 594 orang dalam sembilan bulan pertama tahun ini—angka terendah dalam sejarah periode serupa. Meski organisasi Democratic Socialists of America (DSA) menuntut pembubaran Strategic Response Group (SRG) dan pergantian kepemimpinan polisi, Mamdani menegaskan bahwa capaian keamanan publik tidak boleh dikorbankan demi tekanan ideologis, meski perbedaan pendekatan antara pemerintahannya dan pendukung kiri semakin terasa.















