Home Berita Olah Raga Malaysia Lempar Psywar Jelang Derbi SUGBK, Indonesia Tantang Sejarah

Malaysia Lempar Psywar Jelang Derbi SUGBK, Indonesia Tantang Sejarah

Sumbawanews.com,- Pertandingan sengit antara Timnas Indonesia dan Timnas Malaysia akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin 28 September 2026 malam WIB, dalam matchday kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Akun resmi @OnefootballM asal Malaysia memicu ketegangan dengan pernyataan provokatif: “GBK tumbang lagi? Tentu saja.” Pernyataan itu mengingatkan publik bahwa Timnas Indonesia belum menang atas Malaysia di SUGBK selama 16 tahun terakhir — terakhir kali menang pada 2010 dengan skor 5-1 dalam Piala AFF.

Sejak 2010, catatan Timnas Indonesia di SUGBK melawan Malaysia penuh duka. Pada 5 September 2019, dalam kualifikasi Piala Dunia 2022, Indonesia sempat unggul dua kali namun akhirnya kalah 2-3. Di ajang SEA Games 2011, Timnas U-23 juga gagal di babak adu penalti setelah berimbang 1-1 melawan Malaysia. Bahkan pada semifinal Piala AFF 2004, Indonesia kalah 1-2 di leg pertama di venue yang sama. Kekalahan-kekalahan ini menjadi beban psikologis yang terus diingat oleh suporter Malaysia, yang kini kembali menyerukan dominasi di GBK.

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, justru menanggapi tekanan itu dengan ketenangan. Dalam konferensi pers usai kemenangan 2-0 atas Singapura pada 25 September 2026, ia mengaku sering mendengar teguran dari sekitarnya: “Malaysia, Malaysia, Anda harus menang.” Namun ia menekankan, “Selalu hormati momennya. Jangan bermain untuk momennya, tetapi hormati pertandingan tersebut.” Herdman ingin timnya fokus pada performa, bukan tekanan sejarah atau provokasi luar.

Kini, posisi kedua tim identik: sama-sama mengumpulkan tiga poin di Grup A. Malaysia memimpin klasemen berkat selisih gol setelah menang 3-0 atas Bangladesh di laga pembuka, sementara Indonesia menang 2-0 atas Singapura. Kemenangan mutlak di SUGBK menjadi syarat wajib bagi Indonesia untuk menjamin tiket ke final. Bagi Malaysia, hasil imbang pun sudah cukup untuk melangkah. Di balik psywar yang dilempar, tersimpan pertarungan lebih besar: antara sejarah yang menghantui dan ambisi untuk menulis babak baru.

Previous articleLima Pejabat Lapas Cibinong Dinonaktifkan Usai Temuan Fasilitas Mewah
Next articleTimnas Indonesia Menang 2-0, tapi Ranking FIFA Malah Turun