Sumbawanews.com,- Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, mengakui bahwa kekalahan 0-1 timnya dari Arsenal di Stadion Anfield pada lanjutan Liga Inggris 2026/2027 disebabkan oleh start lemah di awal laga. Gol tunggal kemenangan Arsenal dicetak oleh Kai Havertz pada menit ke-15, menyusul umpan dari Declan Rice yang sukses mengelabui pertahanan The Reds.
Iraola menilai timnya gagal membangun intensitas yang dibutuhkan di 15 menit pertama, sehingga membiarkan Arsenal mencetak gol cepat. “Secara keseluruhan, saya pikir kita harus menyalahkan awal pertandingan, terutama. Sampai kami kebobolan gol, saya pikir awal pertandingan belum sesuai dengan level permainan,” ujarnya, dikutip dari Liverpool Echo.
Meski tertinggal, Liverpool menunjukkan respons kuat. Iraola memuji reaksi timnya setelah gol lawan, terutama dalam 15 hingga 16 menit terakhir babak pertama dan sepanjang babak kedua, di mana mereka mendominasi tekanan dan menciptakan sejumlah peluang jelas. Sundulan Alexis Mac Allister membentur mistar gawang, sementara Iraola juga menyatakan bahwa timnya berhak mendapat penalti atas satu insiden di kotak penalti Arsenal.
Untuk memecah kebuntuan, Iraola melakukan tiga perubahan strategis di babak kedua: memasukkan Rio Ngumoha, Victor Munoz, dan Dominik Szoboszlai. Namun, pertahanan rapat Arsenal dan ketidakmampuan Liverpool memanfaatkan situasi bola mati membuat skor tetap 0-1 hingga wasit meniup peluit panjang. Iraola memuji organisasi pertahanan lawan yang mampu menahan gelombang serangan timnya di paruh kedua.
Kemenangan ini mengantarkan Arsenal kembali ke puncak klasemen Liga Inggris, menggeser Manchester City yang tak menang dalam laga sebelumnya.















