Home Berita Olah Raga Lisandro Martinez Kritik Manajemen, Lanjutkan Sejarah Pahit Pemain Argentina di MU

Lisandro Martinez Kritik Manajemen, Lanjutkan Sejarah Pahit Pemain Argentina di MU

Sumbawanews.com,- Lisandro Martinez secara terbuka mengkritik manajemen Manchester United setelah timnya dikalahkan 0-2 oleh Atletico Madrid pada Matchday 2 Liga Champions 2026/2027. Pemain Argentina itu menilai klub gagal memperkuat skuad di bursa transfer, terutama dalam memenuhi kebutuhan mendesak di lini pertahanan dan serangan. Meski kemudian meminta maaf atas pernyataannya, Martinez tetap mendapat sanksi pemotongan gaji dari klub—sebuah langkah yang dianggap menutup kasus ini. Namun, keputusan manajer Michael Carrick untuk menurunkannya sebagai starter dalam laga berikutnya melawan Leeds United tidak mampu meredam spekulasi tentang masa depannya.

Kritik Martinez bukanlah insiden terpisah, melainkan bagian dari pola panjang yang menghiasi hubungan Manchester United dengan pemain asal Argentina. Sejak Juan Sebastián Verón diboyong dari Lazio pada 2001 dengan rekor transfer Inggris saat itu, setiap pemain Negeri Tango yang bergabung hampir selalu meninggalkan Old Trafford dengan catatan kontroversial. Verón gagal memenuhi ekspektasi dan dijual ke Chelsea hanya dua tahun kemudian.

Gabriel Heinze dan Carlos Tevez melanjutkan tren ini. Heinze terang-terangan menginginkan pindah ke Liverpool, sementara Tevez menolak tawaran kontrak permanen setelah masa pinjaman dari West Ham United. Keduanya akhirnya berlabuh ke rival-rival Manchester: Heinze ke Real Madrid, Tevez ke Manchester City.

Pada 2014, Angel Di María dan Marcos Rojo datang bersamaan. Di María gagal menyesuaikan diri dengan gaya pelatih Louis van Gaal, lalu dijual ke Paris Saint-Germain setelah satu musim. Rojo bertahan tujuh tahun, tetapi tak pernah menjadi pilar utama. Sergio Romero, yang menjadi pelapis David de Gea, juga gagal menunjukkan kualitas sebagai penjaga gawang utama.

Terbaru, Alejandro Garnacho—produk akademi MU yang dianggap sebagai masa depan tim—justru dijual ke Chelsea pada 2024 setelah penampilan inkonsisten dan masalah kepribadian. Kini, dengan kritik Martinez yang memicu guncangan, sejarah panjang pemain Argentina di Manchester United kembali menjadi sorotan: harapan besar, hasil kecewa, dan perpisahan pahit yang berulang.

Previous articleAn Se Young Punya Potensi Pecahkan Rekor Kemenangan Beruntun Susy Susanti
Next articlePetugas Gugur Terjebak Api di Bromo Bertambah Jadi Lima Orang