Sumbawanews.com,- Pada Kamis dini hari, 22 Oktober 2026, Lille kalah 2-4 dari Galatasaray di Stade Pierre-Mauroy dalam lanjutan fase liga Liga Champions 2026/2027. Bek kiri Lille, Calvin Verdonk, yang tampil sebagai starter untuk pertama kalinya di kompetisi Eropa musim ini, menyoroti kelemahan pertahanan timnya yang terlalu mudah kebobolan meski memiliki rencana permainan yang baik. Gol-gol Lille dicetak oleh Soriba Diaoune pada menit ke-7 dan ke-39, sementara Galatasaray menyamakan kedudukan lewat Yunus Akgun (menit ke-2) dan Aleksey Batrakov (menit ke-44). Di babak kedua, gol bunuh diri Nabil Bentaleb (menit ke-52) dan penalti Victor Osimhen (menit ke-61) memastikan kemenangan tamu.
Verdonk, yang berusia 29 tahun, secara khusus mengecam kegagalan pertahanan Lille saat menghadapi sepak pojok yang berujung pada gol ketiga lawan. “Menurut saya, kami punya rencana yang bagus, tetapi kami terlalu mudah kebobolan,” ujarnya dikutip dari Le Petit Lillois. Ia menekankan perlunya perbaikan di kedua sisi, baik dalam menyelesaikan peluang maupun memperkuat pertahanan di kotak penalti.
Kekalahan ini memperburuk catatan buruk Lille di fase liga Liga Champions. Tim asuhan Davide Ancelotti kini belum mengoleksi poin sama sekali dari tiga pertandingan, dengan empat gol dicetak dan 10 gol kebobolan. Lille berada di peringkat ke-31 klasemen sementara, dan harus menang dalam lima laga tersisa agar masih punya peluang lolos ke babak 16 besar. Delapan tim teratas otomatis melaju, sementara peringkat sembilan hingga 24 harus melewati play-off.
Verdonk, yang juga pemain Timnas Indonesia, menilai evaluasi menyeluruh menjadi kunci kebangkitan Lille. Tanpa perbaikan signifikan di pertahanan dan efisiensi serangan, mimpi tim asal Prancis itu untuk bertahan di kompetisi elite Eropa semakin tipis.















