Sumbawanews.com,- Sebanyak 88 persen organisasi di Asia Pasifik menargetkan imbal hasil investasi positif dari penerapan kecerdasan buatan (AI), namun kesuksesan implementasinya bergantung pada kemampuan mengukur dampak bisnis nyata, bukan sekadar jumlah proyek yang dijalankan. Commercial Leader Greater Asia Pacific Lenovo, Kumar Mitra, menegaskan bahwa fokus harus dialihkan dari kuantitas eksperimen AI ke nilai bisnis yang dihasilkan, seperti peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, penghematan biaya, pertumbuhan pendapatan, pengalaman pengguna, dan kualitas produk atau layanan. Ia menekankan bahwa proyek AI harus disaring ketat agar bisa dipindahkan dari tahap uji coba ke skala operasional penuh. Untuk mendukung hal ini, Lenovo merekomendasikan pendekatan Hybrid AI yang mengintegrasikan perangkat, edge, data center, dan cloud, sekaligus memanfaatkan infrastruktur ramah lingkungan seperti sistem pendinginan cair Neptune generasi ke-6 yang mampu menurunkan konsumsi daya secara signifikan.















