Sumbawanews.com,- Penulis perjalanan Latief Siregar mengungkapkan kesan mendalam saat pertama kali mengunjungi Lake District di Cumbria, Inggris. Ia langsung teringat pada Danau Toba: air yang membentang luas di antara perbukitan hijau, udara yang sejuk, jalan-jalan berkelok, dan pemandangan alam yang mengajak pengunjung untuk melambatkan langkah. Bedanya, ia berada jauh dari Samosir—di tengah taman nasional warisan dunia UNESCO yang tenang dan syahdu.
Ia menginap di Newton-in-Cartmel, desa kecil sekitar 45 menit berkendara dari Lancaster, yang menjadi titik awal menuju Windermere, pusat wisata utama Lake District. Perjalanan menuju lokasi itu sendiri sudah menjadi pengalaman: jalan sempit yang membelah hamparan hijau, rumah-rumah batu khas Inggris, dan sesekali pemandangan danau yang muncul di kejauhan. Meski Inggris dikenal dengan transportasi umum yang andal, ia memilih mobil karena pada hari Minggu, bus yang melintasi desanya tidak beroperasi.
Windermere dapat dicapai dengan kereta api dari Lancaster, namun rute itu dianggap memutar karena Newton-in-Cartmel berada di antara kedua lokasi itu. Kota kecil ini memiliki deretan toko, kafe, dan gereja yang berjejer di tepi danau. Halte bus berdampingan langsung dengan pelabuhan kapal wisata yang menawarkan berbagai rute jelajah—mulai dari desa-desa tradisional, kereta uap kuno, hingga museum mobil dan motor tua. Pengunjung juga bisa memilih rute yang menyentuh kastil bersejarah, taman luas, atau jalur hiking dan sepeda gunung.
Dalam perjalanannya, Latief menemukan bahwa keindahan Lake District bukan hanya pada lanskapnya, tapi juga pada cara alam dan budaya berpadu tanpa kehilangan keasliannya—seperti bayangan yang samar namun jelas dari Danau Toba di tanah air.















