Sumbawanews.com,- Korea Utara meluncurkan rudal balistik dari wilayah Wonsan, pesisir timur, pada Sabtu (3/10/2026), dengan jangkauan lebih dari 700 kilometer, menurut militer Korea Selatan. Peluncuran ini memperdalam krisis keamanan di Semenanjung Korea, menyusul ledakan ranjau di perbatasan pada 21 September yang melukai tiga tentara Korsel dan memicu saling tuduh antara kedua negara. Pemerintah Seoul mengecam tindakan Pyongyang sebagai pelanggaran sanksi PBB dan mengancam akan meningkatkan kesiapsiagaan militer bersama AS dan Jepang. Komando Pasifik AS menyatakan rudal itu tidak mengancam wilayah atau personel AS maupun sekutunya, sementara Jepang memastikan rudal jatuh di luar zona ekonomi eksklusifnya.
Ketegangan memuncak setelah Kim Yo Jong, adik pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, menolak tuntutan Seoul agar Pyongyang meminta maaf atas ledakan ranjau, menyebutnya sebagai “sangat menyedihkan” dan mengancam akan memutus hubungan selamanya. Korea Selatan dan Komando PBB yang dipimpin AS menyimpulkan ranjau itu berasal dari sisi Utara, melanggar perjanjian gencatan senjata 1953. Pyongyang juga terus memperkuat pertahanan perbatasan dengan pemasangan ranjau dan penghalang antitank, kebijakan yang diperkuat sejak Kim Jong Un menyatakan Seoul sebagai “musuh permanen” pada 2024.
Peluncuran rudal ini menjadi bagian dari serangkaian uji coba senjata intensif Pyongyang dalam beberapa pekan terakhir, termasuk pengujian sistem rudal hipersonik di Wonsan pada 20 September. Kim Jong Un terus memperluas program nuklir dan rudalnya, dengan senjata yang kini mampu menjangkau daratan utama Amerika Serikat maupun Korea Selatan dan Jepang. Meski AS, di bawah Presiden Donald Trump, mengurangi latihan militer bersama Korsel sebagai upaya membuka jalur diplomasi, Pyongyang menolak dialog tanpa syarat penghentian sanksi dan latihan militer gabungan, serta menolak denuklirisasi sebagai prasyarat. Rusia, yang kini menjadi mitra utama Korea Utara, menerima bantuan tentara dan persenjataan dari Pyongyang untuk mendukung perangnya di Ukraina.















