Sumbawanews.com,- Kevin Diks dan Jay Idzes menjadi tulang punggung pertahanan timnas Indonesia sejak resmi menjadi WNI, mengawal lini belakang tanpa tergantikan selama dua tahun terakhir. Idzes menjabat sebagai kapten tim, sementara Diks mengemban tugas itu saat Idzes cedera, termasuk saat Indonesia meraih gelar FIFA ASEAN Cup 2026. Keduanya kini bermain di Eropa—Diks bersama Borussia Mönchengladbach di Bundesliga Jerman, dan Idzes bersama Sassuolo di Serie A Italia—namun belum bisa bermain bersama di level klub karena perbedaan negara dan biaya transfer yang tinggi.
Diks mengakui keinginannya untuk bermain bersama Idzes di klub yang sama, mengatakan, “Saya berbicara tahun lalu dengan Jay. Bagaimana luar biasa jika saya bisa bermain bersama Jay (di level klub). Tapi, tentu saja itu sangat sulit.” Nilai pasar Diks mencapai lima juta euro (sekitar Rp87 miliar), sementara Idzes diperkirakan bernilai 14 juta euro (Rp243 miliar), menjadikan penyatuan keduanya di satu klub memerlukan investasi besar yang belum terwujud hingga kini.
Diks, yang membela Borussia Mönchengladbach sejak 2025, telah tampil 39 kali di berbagai kompetisi dengan lima gol semuanya dicetak di Bundesliga. Ia merasa nyaman di Jerman dan berharap lebih banyak pemain Indonesia bisa menyusul jejaknya. “Saya pikir banyak pemain timnas Indonesia layak untuk bermain di Bundesliga,” ujarnya, menambahkan bahwa tantangan transfer membuat prosesnya tidak semudah yang dibayangkan.
Meski terpisah benua, hubungan profesional dan personal antara Diks dan Idzes tetap kuat, menjadi simbol kesatuan timnas Indonesia di kancah internasional.















