Sumbawanews.com,- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tengah melakukan investigasi mendalam terhadap ratusan titik kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di area konsesi milik 335 perusahaan. Menteri LH Mohammad Jumhur Hidayat mengatakan, langkah ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab utama kebakaran sekaligus memperkuat penegakan hukum secara objektif. Tim investigasi sedang memverifikasi satu per satu lokasi yang terdampak, mulai dari kebakaran seluas dua hektare hingga yang mencapai ratusan hektare. Verifikasi ini penting untuk memastikan siapa pun yang terbukti bersalah—baik perusahaan maupun pihak luar—akan dimintai pertanggungjawaban hukum.
Jumhur menjelaskan, pola kebakaran yang teramati sangat bervariasi, mulai dari lahan terbuka yang dibakar masyarakat dengan anggapan diperbolehkan hingga dua hektare, hingga kebakaran di kawasan perkebunan kelapa sawit. Ia menekankan bahwa api sering kali meluas tak terkendali, menyebabkan kerusakan ekologis yang jauh lebih besar. Di sisi lain, pihaknya juga sedang mengkaji informasi intelijen yang mengindikasikan adanya dugaan sabotase bermotif merusak citra pemerintah melalui pembakaran sengaja, meski masih dalam tahap verifikasi.
Dalam konteks regional, Menteri Jumhur menyebut telah menjalin komunikasi diplomatik dengan Menteri Lingkungan Hidup Singapura, Grace Fu, terkait harmonisasi penegakan hukum lingkungan. Ia menegaskan bahwa Kementerian LH menempatkan prinsip kehati-hatian hukum di atas segalanya, dan tidak akan menjatuhkan hukuman tanpa bukti konkret dari hasil verifikasi lapangan. Seluruh temuan investigasi terhadap 335 konsesi perusahaan ini, kata Jumhur, akan menjadi dasar krusial untuk memulihkan fungsi ekologis, melindungi ruang hidup masyarakat, dan menegakkan keadilan lingkungan secara nasional.















